5 Tahun, RI Jadi Tambang Emas E-commerce Terbesar di ASEAN?
A- A+

Tiongkok dan India saat ini memang menjadi ‘si seksi’ dalam e-commerce dunia. Kedua negara ini merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dalam beberapa tahun, pasar Asia bisa turut bergabung menjadi pasar ketiga dengan pertumbuhan tercepat.

Ekonomi negara-negara ASEAN (Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam) akan mendapat keuntungan dari fundamental yang kuat yang akan membuat mereka fokus secara internasional.

Secara keseluruhan, menurut Frost & Sullivan, pendapatan ritel online ASEAN diproyeksikan meningkat dari US$7 miliar pada 2013 menjadi US$34,5 miliar pada 2018.

Senada, CEO Tokopedia William Tanuwijaya menyebutkan bahwa industri e-commerce Indonesia terus mengalami pertumbuhan dan memiliki potensi yang sangat besar.

“Saat ini, besar pasar e-commerce di Indonesia mencapai US$1,3 miliar, setara Malaysia dan di bawah Singapura. Bila dilihat dari jumlah masyarakat, 40% ada di Indonesia. Jadi potensinya sangat besar,” ujarnya pada Smart-Money.

Ditambah lagi, angka kelahiran di Indonesia termasuk besar dibanding negara ASEAN lainnya yang mencapai lima juta jiwa. “Tentu potensi ini sangat besar, ditambah lagi penetrasi internet yang masih belum maksimal,” katanya.

Di Indonesia, transaksi belanja online masih di bawah 1%. William yakin, bila pemerintah memberikan dukungan penuh, dalam lima tahun Indonesia akan menjadi kekuatan terbesar di ASEAN.

Sayangnya, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) soal E-commerce lebih mendukung pemain besar.

“Seharusnya pemerintah memberikan kemudahan dan dukungan terhadap industri ini. Rencana perizinan yang sulit dan berlapis hanya akan mematikan industri ini,” ujarnya.