BCA Yakin Pertumbuhan Kredit Bisa Mencapai 12%
A- A+

Untuk sepanjang 2015, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sudah menetapkan target penyaluran kredit sebesar 12%. Diantara bank yang ada, BCA termasuk bank yang optimistis mampu mencapai target dan tidak melakukan revisi rencana bisnis terkait penyaluran kredit di sepanjang tahun ini.

Pada Desember 2014, outstanding kredit BCA mencapai Rp346,96 triliun. “Target BCA untuk kredit memang 12%, meski arahan di 15%-17%. Awalnya, bila keadaan baik, kami akan melakukan revisi naik di Juni. Sayangnya, keadaan tidak begitu dan kami pun tak mengubahnya,” ujar Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja.

Di semester I/2015, BBCA memiliki total outstanding penyaluran kredit mencapai Rp347,1 triliun atau naik 8% (y-o-y) dari periode sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp321,64 triliun. Bila dibandingkan semester 1/2014, jelas terjadi pelambatan.

Seperti diketahui, pada semester I/2014, outstanding kredit BBCA mencapai Rp321,64, atau tumbuh 14,7% dari periode sama tahun 2013 yang mencapai Rp280,38 triliun.

“Kredit di kuartal I tumbuh negatif, kuartal II mendekati Desember, kuartal III dan IV naik tinggi. Namun, bila perekonomian tersendat, daya beli melemah, kesempatan kerja berkurang, ada kemungkinan pola seperti kuartal III dan IV tak terjadi. Namun, saya optimis masih akan terjadi kenaikan 12%, atau setidaknya 11%,” ujarnya.

Sedangkan untuk tahun depan, Jahja menentukan target konservatif dengan kenaikan kredit 10%-12%. Target ini maksimum akan dicapai sebelum proyek infrastruktur pemerintah terealisasi.

“Tahun depan ekonomi masih melambat, namun saya yakin kredit bisa tumbuh 10%-12%,” katanya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memangkas target pertumbuhan kredit industri perbankan dari 16% hingga 17% menjadi 13% hingga 15%.