Belajar Arti Kesuksesan dari Pencipta Snapchat
A- A+

Di kalangan anak muda, aplikasi Snapchat tentu bukan lagi barang baru. Aplikasi pesan video ini sudah memiliki 170 juta pengguna di seluruh dunia. Adalah Evan Spiegel, anak muda di balik Snapchat.

Berkat aplikasi ini, Evan menjadi yang orang termuda dalam daftar 400 orang terkaya di Amerika Serikat (AS) versi Forbes dengan kekayaan mencapai US$3,1 miliar atau Rp41,2 triliun.

Kekayaan itu membuat pria berusia 27 tahun itu menempati posisi 248 orang terkaya di AS. Evan sendiri sebenarnya tidak lulus kuliah jurusan desain produk di Universitas Stanford.

Di tahun terakhir untuk menyelesaikan tugas akhir, ia memutuskan fokus dan membesarkan Snapchat bersama Bobby Murphy dan Reggie Brown seperti dikutip Inc-Asean.

Snapchat sendiri sudah menjual saham perdana ke publik pada Maret 2017 lalu. Setelahnya, perusahaan berkode emiten SNAP itu berubah nama dari Snapchat menjadi Snap. Inc.  dan memiliki valuasi US$ 20 miliar, setara Apple dan Facebook.

Penggiat usaha rintisan Daniel Newman mengaku pernah mendapat beberapa pelajaran berharga dari Evan.

Temukan Keahlian
Banyak orang, kata Daniel, fokus menutupi kelemahan. Evan justru menyarankan untuk menemukan keahlian yang spesifik kemudian mendalaminya. Meski tak lulus kuliah, Spiegel berusaha keras menjadi yang terbaik di bidang desain produk.

Dia menjadi master di bidang itu. Kemampuan itu membantunya memimpin Snapchat. Itu saja tidak cukup. Kamu juga harus membuat orang lain tahu bahwa kamu pakar di bidang tersebut.

"Kamu harus menemukan cara terbaik membuat dirimu terlihat," kata Evan dilansir Business Insider.

Mengambil Inisiatif

"Evan menunjukkan padaku pentingnya inisiatif. Dari semua orang di seluruh dunia, saya tak pernah bermimpi bahwa Evan akan menjawab surat elektronik saya. Dia ternyata melakukannya," kata Daniel menceritakan awal mula pertemuannya dengan Evan.

Inisiatif dalam membangun usaha dan karier memang penting. Dari sana, katanya, orang lain akan melihat kemampuan dan keinginan seseorang. Jangan takut salah atau gagal ketika mencoba mengambil inisiatif.

Inisiatif, kata Evan, adalah salah satu cara terbaik dan termudah meniti tangga kesuksesan.