Belajar dari Kesuksesan Airbnb Sewakan Kamar Orang Lain (1)

Belajar dari Kesuksesan Airbnb Sewakan Kamar Orang Lain (1)

Bagi mereka yang hobi jalan-jalan, nama AirBnB tentu sudah tidak asing lagi. Melalui laman Airbnb.com, kamu bisa menyewa kamar, ruangan atau rumah kosong milik orang lain. Inilah bisnis AirBnb, menjadi penghubung turis dengan pemilik ruangan yang menganggur.

Karena tidak harus membayar karyawan dan sejenisnya, harga kamar di Airbnb pun jauh lebih murah dibanding hotel biasa. Selain itu, bila beruntung, kamu juga bisa bertemu pemilik kamar atau pemandu tur yang ramah.

Adalah Brian Joseph Chesky sosok sukses dibalik Airbed and Breakfast (Airbnb). Pria kelahiran Niskayuna, New York, pada 29 Agustus 1981 itu senang menggambar dan desain. Karena itu, ia mengambil pendidikan desain di Rhode Island School of Design pada 1999.

Ia mendapat gelar Sarjana Seni Murni (Bachelor of Fine Arts) di 2004. Saat mengambil studi ini, ia bertemu Joe Gebbia yang merupakan rekan kerjanya dalam membangun Airbnb.

Sebelum mendirikan Airbnb, Brian pernah menjadi desainer industri di 3DID, Inc Los Angeles. Akhirnya, ia memutuskan pindah ke San Francisco bersama Joe. Pada Oktober 2017, saat Asosiasi Desain Industri (Industrial Designers Society of America) mengadakan perhelatan besar, semua kamar hotel penuh.

Brian dan Joe kemudian memutuskan menyewakan kasur anginnya (airbed) dan memberi layanan sarapan (breakfast). AirbedAndBreakfast resmi meluncur pada 11 Agustus 2008. Nathan Blecharczyk ikut bergabung sebagai pendiri pada Februari 2008.

Saat itu, konsep usaha Airbnb masih fokus menyediakan penginapan untuk acara populer. Mereka menjual sereal edisi spesial “Obama O’s” dan “Cap’n McCains” untuk mendanai proyeknya. Serealnya laku 800 kotak dan mereka memperoleh untung US$30 ribu.

Strategi ini menarik Y Combinator, perusahaan inkubator pengembangan bisnis, pada bisnis mereka. Pada 2009, mereka bertiga mendapat pelatihan selama tiga bulan. Setelah laman mereka selesai, mereka kembali ke New York untuk mengenalkan usaha barunya.

Pada Maret 2009, laman mereka resmi disingkat menjadi Airbnb. Layanan mereka juga tak hanya pada ranjang dan ruangan, juga menyewakan rumah, apartemen, ruangan pribadi, kapal, rumah pohon, igloo dan sebagainya.

Pada November 2010, mereka kembali mendapat pendanaan US$7,2 juta dari Greylock Partners and Sequoia Capital. Di Februari 2011, mereka sudah memiliki satu juta pengguna yang memesan ruangan.

Setahun kemudian, jumlah pemesan jasa kamar di Airbnb menembus 10 juta. Airbnb pun mendapat status suntikan dana dari A-Grade Investments karena dianggap memiliki prospek bagus.

Aktor Ashton Kutcher dan miliarder Ron Burkle adalah sosok di balik A-Grade Investments. Pada 25 Mei 2011, A-Grade Investments resmi mendukung Airbnb, baik dari sisi dana maupun penasehat merek (brand advisor).

Airbnb bahkan menjadi sponsor dalam perhelatan kelas dunia seperti kejuaraan F1.

Berlanjut ke bagian kedua.

MORE FROM MY SITE