Belajar Menyusun Strategi Penjualan dari Perusahaan Kelas Dunia
A- A+

Meski tak ada resep khusus untuk sukses, namun kamu selalu bisa belajar dari kesuksesan perusahaan lain dalam menjalankan bisnis. Perusahaan-perusahaan ini sudah terbukti tangguh dan mampu mencetak penjualan yang solid melalui pemasaran konten.

Strategi tersebut cocok untuk bisnis yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan. Pemasaran konten menjadi penting, sebab menurut laporan Demand Gen di 2016, 96% pembeli di bisnis business to business (b2b) butuh pemasaran konten sebelum keputusan pembelian.

Untuk itu, kamu bisa melihat cara perusahaan-perusahaan ini melakukannya.

Under Armour
Merek pakaian dan peralatan olahraga ini tentu sudah tak asing di telingamu. Untuk mendorong penjualan daring, mereka meluncurkan blog Livestrong.com. Dalam blog tersebut, merek ini menulis dan membuat video tentang cara hidup sehat.

Under Armour juga membuat aplikasi MyFitnessPal di ponsel pintar dan sudah digunakan lebih dari 175 juta pengguna. Selain dapat merekam langkah dan detak jantung, aplikasi ini bisa menampilkan artikel dan kiat kesehatan.

Secara tak sadar, bila mengakses blog dan aplikasi ini, kesehatan menjadi identik dengan Under Armour. Pelajarannya, keberadaan bisnis di Google menjadi sangat penting dan Under Armour sudah menyadarinya sejak lama.

Secara rutin, Under Armour akan mengecek status peringkat mereka di Google.

Coca Cola
Minuman soda ini sudah seperti bagian dari budaya Amerika Serikat (AS). Di media sosialnya, Coca-Cola membuat pemasaran konten yang bisa digunakan untuk hampir semua bidang industri.

Konten-konten yang ada dibuat mewakili merek, klien dan bisnis Coca-Cola. Ketika mereka membuat artikel, mereka biasanya akan membawamu mengunjungi situsnya. Di sana, mereka akan menawarkan video yang menarik.

Setiap klik akan menggiring pada penjualan, atau setidaknya tawaran menambah data konsumen. Demikian, mereka bisa melakukan analisis data yang semakin akurat terkait target pasar mereka.

Geico
Salah satu perusahaan asuransi di AS ini terbilang jarang mengadakan penawaran produk secara langsung. Mereka memilih membuat pemasaran konten yang lebih bersifat ke arah hiburan dan kabar baik.

Perusahaan ini juga memberi konten-konten edukatif yang seringkali tak berhubungan dengan asuransi, namun mampu menambah kepekaan pada kesehatan.

Bila kamu ingin mendongkrak penjualan, kamu bisa meniru langkah tiga perusahaan tersebut. Hal terpenting adalah cara membuat konten yang menghibur, mampu menjadi inspirasi dan memberi edukasi pada publik.

Bila kamu bisa menyelaraskan tiga hal tersebut, penjualan produk otomatis mengikuti.