Benarkan Media Sosial Mampu Dorong Penjualan?
A- A+

Tren yang terjadi saat ini, banyak perusahaan menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan konsumen dan calon konsumen mereka. Harapannya, media sosial mampu membuat bisnis lebih berkembang.

Namun, benarkah media sosial mampu mendorong penjualan perusahaan? "Tidak. Konten yang mendapat banyak likes dan sering dibagikan (share) tak berkorelasi pada penjualan. Kalaupun ada, korelasinya hanya 1%," sebut Client Partner Facebook Indonesia Henry Manampiring di Social Media Week 2017 belum lama ini.

Henry menambahkan, setidaknya 40% pengguna internet akan mengabaikan suatu konten di media sosial setelah empat detik. Mengapa? Sebab, perlu sebuah konten yang kuat dan berulang-ulang sampai mereka akhirnya memutuskan membeli suatu produk.

Hal ini karena warganet sedang tidak fokus pada suatu konten yang ditayangkan atau ditampilkan. Ketika berinteraksi dengan media sosial, mereka juga memikirkan pekerjaan, keluarga dan sebagainya.

"Namun, bagusnya, ada 49% pengguna internet yang akan membeli sesuatu setelah mendapat rekomendasi yang bagus dan menarik di media sosial," tambah dia.

Sebelum akhirnya membeli, lanjut Henry, konsumen akan melewati dua tahap, yaitu awareness (kesadaran) dan consideration (pertimbangan). Lalu bagaimana membuat konten yang kuat di benak masyarakat?

Customer Service Director Asia Pacific Digimind Olivier Girard menyebut, kamu perlu mempertimbangkan tiga hal. Yakni, apa yang sedang dibicarakan orang di internet, apa yang Google katakan dan apa yang sebagian besar merek (brands) bicarakan.

Olivier juga menyarankan, untuk membuat konten yang penuh inspirasi, empati dan manfaat. "Buat juga konten yang penuh aspirasi dan mampu menyelesaikan masalah dan juga bisa dilakukan," pungkas Olivier.