Bursa Global Cenderung Melemah, IHSG Tunggu Kebijakan Ekonomi VII
A- A+

Pada penutupan perdagangan di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin, Kamis (4/12), indeks ditutup melemah 0,19% ke level 4.537,382. Tercatat 177 saham merah, 82 saham naik, dan 85 saham stagnan. Perdagangan melibatkan 3,37 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp 3,93 triliun.

Untuk hari ini, Jumat (4/12), Riset Ekonomi dan Industri PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproyeksikan bahwa bursa global hari ini cenderung melemah. Tekanan datang dari keputusan bank sentral Eurozone (ECB) yang hanya memotong deposit facility rate dan memperpanjang program pelonggaran moneternya hingga Maret 2017.

Hal ini berkebalikan dengan harapan pasar yang sebelumnya memprediksi ECB akan menambah jumlah aset yang dibeli tiap bulannya. Akibatnya, nilai tukar Euro pun cenderung menguat dan membalikkan tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir.

Fokus pasar hari ini juga akan ditujukan pada pertemuan OPEC dan rilis data payroll AS. Meski kenaikan suku bunga The Fed sudah hampir dipastikan terjadi Desember ini, data payroll ini masih bisa menentukan laju kenaikan suku bunga ke depannya.

Dari dalam negeri, investor akan mengamati paket kebijakan ekonomi VII yang rencananya dirilis hari ini. Sebagai informasi, pasar emerging market tengah tertekan menyusul pernyataan Gubernur The Fed Janet Yellen yang kian menegaskan langkah menaikkan suku bunga.

Indeks MSCI Emerging Markets Index turun 0,3% di London dengan semua 10 alat pengukur industri mundur. Kospi Korea Selatan turun 0,8% sebagai dana global yang menarik uang untuk hari kedua.

Indeks FTSE / BEJ Afrika All Share Afrika Selatan jatuh untuk hari kelima, menurun 0,7% ke level terendah sejak 1 Oktober.