Cara Dapatkan Pendanaan untuk Bisnis Kecilmu (1)
A- A+

Memilih jalan hidup dengan mendirikan bisnis sendiri memang penuh tantangan. Modal selalu menjadi kendala tersendiri bagi banyak perintis bisnis. Jika ini menjadi masalahmu juga, jangan panik.

Kementerian Koperasi dan UMKM saja pernah menyebut masalah terbesar bisnis skala kecil dan menengah adalah pada pendanaan dan pemasaran produk. Untuk itu, artikel saduran dari Forbes ini akan membantumu mendapatkan modal tambahan.

Ketahui Jenis Pinjaman Bisnis
Pinjaman modal terbagi dalam besar pinjaman itu sendiri dan kebutuhan penggunaan pinjaman. Bila skala bisnismu masih sangat kecil, kamu bisa mendapat Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah.

Bunganya mendapat subsidi dari pemerintah. Tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran KUR mencapai Rp110 triliun di seluruh Indonesia. Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2008, kelas usaha dibagi menjadi beberapa jenis.

Usaha mikro dengan kekayaan bersih maksimal Rp50 juta dan pendapatan maksimal Rp300 juta setahun. Usaha kecil dengan kekayaan bersih Rp50 juta-Rp500 juta atau penjualan tahunan Rp300 juta-Rp2,5 miliar.

Kategori usaha menengah dengan kekayaan bersih Rp500 juta-10 miliar dengan penjualan Rp2,5 miliar-Rp50 miliar. Jumlah aset dan pendapatan tahunan ini akan menentukan jumlah maksimal kredit yang bisa diberikan perbankan.

Kredit UKM pun ada beberapa jenis, kredit modal kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). KMK biasanya untuk modal awal dengan jangka satu tahun. Sedangkan KI untuk pengembangan usaha dengan jangka waktu sampai lima tahun.

Berdasarkan jaminannya, kamu juga bisa mengajukan kredit dengan jaminan maupun kredit tanpa agunan (KTA). KTA menawarkan kemudahan meski bunga lebih tinggi dibanding kredit dengan jaminan.

Jumlah nominal skema KTA juga biasanya tidak terlalu banyak. Kamu juga bisa mengajukan kartu kredit khusus bisnis. Kalau memang hanya butuh penundaan membayar tunai. Kartu kredit ini bisa membantu mengatur arus kas jangka pendek.

Pastikan Profil Risiko Positif
Perbankan atau pihak lain yang akan memberi pendanaan ke bisnismu, pasti melihat profil risikomu. Perhatikan beberapa hal seperti BI checking, jumlah maksimal pembiayaan, aset bisnis, waktu bisnis beroperasi, investor dan laporan keuangan.

Pastikan Laporan Keuangan Benar
Adalah hal wajib memiliki laporan keuangan yang benar dan sistematis. Beberapa hal seperti balance sheet, pendapatan dan pengeluaran, arus kas dan rasio aset terhadap utang. Ada baiknya, gunakan jasa auditor terpercaya.

Berlanjut ke bagian kedua.