Cokelat Membuat Pengusaha Ini Menjadi Orang Terkaya di Dunia

Cokelat Membuat Pengusaha Ini Menjadi Orang Terkaya di Dunia

Hidupnya telah membahagiakan banyak orang. Ia bisa membuat sebuah keluarga menyantap sarapan roti tangkap dengan selai Nutella, membuat anak kecil berkreasi dengan Kinder Joy, atau membantu seorang lelaki “melelehkan” hati kekasihnya dengan Ferrero Rocher. Ia adalah Michele Ferrero.

Michele merupakan pemilik perusahaan yang memproduksi cokelat dan permen, Ferrero SpA (Ferrero Group). Perusahaan ini didirikan oleh generasi pertama, Pietro Ferrero, pada 1946 di Piedmont, Italia. Kala itu, ia memproduksi selai cokelat dan kemudian diberi nama Nutella.

Berdasarkan telegraph.co.uk (16/02/2015), Nutella merupakan pengguna hazelnut terbesar di seluruh dunia, yaitu menggunakan 25 persen pasokan hazelnut secara global. Jenama ini menggunakan hazelnut dari Turki, kokoa dari Nigeria, gula dari Brasil, dan minyak kelapa sawit dari Malaysia.

Di Inggris, Nutella berhasil mengalahkan Marmite, selai berwarna cokelat dari ekstrak ragi produksi Unilever. Satu jar Nutella bisa terjual dalam waktu 2,5 detik. Selain Nutella, perusahaan Pietro juga memproduksi bola wafer cokelat Ferrero Rocher, Raffaello, Tic Tac, Kinder, dan Mon Chéri.

Pada 1957, perusahaan beralih kepemimpinan yang dipercayakan kepada Michele, anak Pietro. Melalui kepemimpinannya, perusahaan memperoleh kekayaan USD23,4 miliar atau setara Rp318,6 triliun, seperti yang dikutip dari Forbes (14/02/2015). Perusahaan tersebut juga memiliki pabrik yang tersebar di Eropa, Amerika, hingga Australia. Tidak mengherankan jika perusahaan ini menjadi perusahaan permen terbesar keempat di seluruh dunia.

Dari kekayaan yang dihasilkan perusahaaan cokelat, Forbes menjuluki Michele sebagai “The Richest Candyman on the Planet” (manusia permen terkaya di planet bumi) atau Willy Wonka di kehidupan nyata. Nilai kekayaannya bisa melampaui pengusaha Italia, seperti Giorgio Armani, Luxottice, dan Silvio Berlusconi. Namun pada hari kasih sayang 2015, Michele meninggal dunia karena sakit. Alhasil, perusahaan dijalankan oleh anak keduanya, Giovanni.

Pada 16 Januari lalu, Reuters melaporkan perusahaan Michele membeli perusahaan permen Nestle Amerika Serikat senilai USD2,8 miliar atau setara Rp38 triliun. Dengan demikian, perusahaan tersebut akan meningkatkan skala produksi dan mengukuhkannya sebagai perusahaan cokelat terbesar ketiga secara global.

MORE FROM MY SITE