Dukung Pemerintah dengan Pembangunan Proyek Infrastruktur
A- A+

Pembangunan infrastruktur punya dampak besar pada sektor lain. Misalnya, pembangunan jalan tol akan memacu pertumbuhan bisnis lain seperti konstruksi, alat berat maupun sektor riil di sekitarnya. Karena itu, pemerintahan Jokowi-JK menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu program andalan pemerintah.

Berkembangnya sektor infrastruktur juga menjadi salah satu indikasi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Konsentrasi pembangunan infrastruktur membuat BUMN konstruksi mendapat berkah. Mereka mendapat mandat dari pemerintah untuk membangun infrastruktur. Salah satunya adalah PT Waskita Karya Tbk (persero).

Waskita Karya menjadi kontraktor pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II (Japek II) Elevated dari PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek. Jalan sepanjang 36,84kilometer ini menghubungkan Cikunir-Karawang Barat dan langsung terhubung tol transJawa. Nilai proyek konstruksi ini sebesar Rp13,53 triliun.

Untuk memperlancar pembangunan proyek, Waskita Karya mendapat fasilitas pembiayaan dari  perbankan dan lembaga keuangan sebesar Rp5,14 triliun. BCA menjadi salah satu bank yang turut berpartisipasi dalam pembiayaan sindikasi tersebut.

"Porsi pembiayaan BCA adalah sebesar Rp1,467 triliun dengan jangka tiga tahun sampai September 2019," kata Senior Vice President Group Corporate Banking BCA Yuli Melati di penandatangan sindikasi kredit itu.

Dalam MoU sindikasi penyaluran kredit itu, hadir juga Senior Vice President Corporate Finance BCA Susiana Santoso dan Head of Corporate Branch BCA Dhejani Surjadi. Penandatanganan perjanjian kredit ini disaksikan Senior Executive Vice President BCA Wira Chandra.

Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk menyebut, pembangunan Japek III Evaluated ini akan dibangun di atas jalan tol yang sudah ada. Demikian, tingkat pembangunan jalan tol lebih sulit dibanding pembangunan jalan tol biasa.

"Biayanya juga lebih besar, mencapai Rp400 miliar per kilometer (km). Jalan tol biasa hanya sekitar Rp100-200 miliar. Namun, kami sebelumnya juga sudah memiliki pengalaman membangun beberapa jalan tol evaluated," tambahnya.

Pembangunan Japek III, menurut Tunggul, saat ini sudah mulai dikerjakan dengan tingkat pengerjaan 13%. Targetnya, pembangunan Japek III akan selesai pada Maret 2019.

"Proyek Japek II ini masuk dalam 10 besar proyek Waskita Karya sehingga akan berkontribusi dalam penjualan. Kami menargetkan pendapatan mencapai Rp45 triliun dengan laba Rp3,6 triliun," sebut Tunggul.

Sampai September 2017, Yuli menyebut, BCA sudah menyalurkan kredit di bidang infrastruktur sebesar Rp25 triliun (outstanding). BCA membiayai pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, pembangkit listrik, kereta api dan tenaga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

"Kami juga akan masuk untuk membiayai pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek sebesar Rp4 triliun," pungkasnya.