Harbolnas 2016 Dalam Angka
A- A+

Seperti tahun sebelumnya, tahun ini ajang Hari Belanja Nasional (Harbolnas) kembali digelar, tepatnya pada 12-14 Desember 2016 lalu. Di tahun ini, penyelenggara menetapkan target transaksi mencapai Rp6,6 triliun atau tiga kali lipat dari 2015 yang mencapai Rp2,1 triliun.

Sayangnya, target tersebut meleset di tahun ini. Menurut data PT Nielsen Indonesia, Harbolnas tahun ini hanya membukukan transaksi senilai Rp3,3 triliun. Padahal, banyak pelaku e-dagang mengeluarkan promosi dan diskon besar-besaran.

Meski demikian, harus diakui bahwa tahun ini banyak peningkatan terjadi. Misalnya dari segi jumlah peserta, di tahun ini setidaknya ada 211 toko daring (online) berpartisipasi. Kemudian, Nielsen mengungkap, Harbolnas tahun ini mengalami kenaikan transaksi 1,57 kali dibanding 2015.

“Rata-rata terjadi kenaikan, ada yang 50% dan ada yang sampai 10 kali lipat, jadi semuanya berbeda,” kata SVP Strategic Partnership and Business Development Lazada Miranda Suwanto yang menjadi Ketua Panitia Harbolnas 2016.

Menurut Miranda, berdasarkan peningkatan nilai transaksi yang dilaporkan peserta Harbolnas, terjadi peningkatan 3-4 kali dibanding transaksi hari biasa. Selain itu, transaksi oleh peserta Harbolnas tahun ini lebih luas dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Para peserta melaporkan bahwa nilai penjualan mengalami peningkatan dua kali lipat dibanding hari biasa, sedangkan dari sisi unit barang yang terjual terjadi peningkatan hingga lima kali lipat.

“Ini mirip data survei Shopback bahwa konsumen berbelanja barang lebih banyak,” ujar Miranda.

Miranda mengaku, perluasan sebaran jumlah unit barang yang terjual selama Harbolnas sudah cukup membuat panitia merasa Harbolnas mewujudkan target penyelenggaraan untuk mengedukasi masyarakat soal belanja daring.