Ide Segar untuk Manuver Bisnis Bisa Datang dari Kisah Sukses Bisnis Lain (2)
A- A+

Untuk Publik Markette, Ray mengaku bahwa konsep yang ia pakai adalah galeri makanan. Artinya, konsumen bisa masuk dan melihat makanan apa saja yang ada. Jadi, kata Ray, sistemnya dari pasar ke meja dan konsumen bisa melihat langsung makanannya dimasak.

“Agar beda, kami selalu hadirkan bahan bintang untuk hari itu. Jadi, konsumen bisa meminta agar ditambahkan bahan tersebut pada masakan yang ia pesan. Konsep ini kami sebut konsep interaktif dengan peragaan memasak secara langsung,” katanya.

Selain itu, Ray juga mengaku memiliki program dan acara khusus untuk menjaga agar resto tetap hidup. “Misalnya, kami buat promo beli satu dapat dua atau promo free flow anggur untuk harga yang sangat ramah. Di Sabtu biasanya kami sediakan juga pertunjukan musik langsung,” paparnya.

Salah satu peserta BCA Young Community yang juga merupakan nasabah BCA Prioritas, Adi Djohari mengaku bahwa ia mendapat ilmu yang sangat berguna. Pengusaha besi yang juga pemilik kafe di RS Satya Negara itu mengaku sudah mengetahui bidikan pasarnya setelah mengikuti workshop ini.

“Sasaran saya bukan orang sakit, tapi orang sehat. Jadi, kafe saya akan menyasar mereka yang menunggu kerabat atau temannya yang sedang sakit agar tidak bosan menunggu,” ujarnya. Selain itu, Adi mengaku juga akan menyajikan lebih banyak variasi menu di kafenya.

“Tujuannya, agar konsumen saya tidak jenuh dengan menu yang itu-itu saja,” katanya. Hal serupa juga diungkapkan Caroline Sutanto yang merupakan pemilik katering Nasi Ayam Bali. Caroline mengaku menemukan banyak masukan dari workshop ini.

“Strategi yang dipaparkan sebenarnya cocok dengan saya dan bisa diterapkan. Saya mendapat banyak ide untuk melakukan promosi ke depannya,” ungkapnya. Caroline mengaku, ia belajar bahwa layanan yang prima dan konsep yang unik merupakan keharusan.

“Selain itu, saya juga belajar bahwa bekerja sama pihak ketiga juga merupakan langkah penting dalam bisnis ini,” katanya. Untuk saat ini, Caroline mengakui bahwa bidikan pasar Nasi Ayam Bali masih terlalu luas.

Namun, berkat wawasan yang baru ia dapatkan, ia menjadi tahu cara membuat makanan yang lebih sesuai dengan segmen tertentu. “Jadi, kalau nanti saya mau masuk ke segmen tertentu, saya bisa tentukan makanan seperti apa yang sesuai,” pungkasnya.