IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini
A- A+

Pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (6/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,12% ke level 4.698. Penguatan ini bisa terjadi berkat pembelian asing yang mencapai Rp385 miliar.

Tercatat ada 151 saham naik, 117 saham turun, dan 95 saham stagnan dengan total saham yang diperdagangkan mencapai 4,12 miliar lot dengan nilai transaksi Rp 5,73 triliun. Para investor asing melihat investasi di Indonesia menarik.

Hal ini membuat para investor ini mulai berburu saham-saham big caps. Tujuh dari 10 indeks sektoral pun masuk zona hijau, dengan penguatan terbesar terjadi di sektor industri dasar (3,25%).

Sedangkan sektor yang masuk zona merah termasuk aneka industri (0,78%), pertanian (0,57%), dan keuangan (0,27%). Sedangkan untuk hari ini, indeks diperkirakan akan melakukan konsolidasi di angka 4.600 setelah dua hari reli di perdagangan hampir 2% sejak perdagangan pertama di 2016.

Meski tren jangka panjang indeks akan menguat, indeks akan bergerak pada support dan resistance 4.545-4.655. Seperti diketahui, indeks bisa menguat berkat faktor regional. Sentimen regional karena adanya uji coba nuklir di Korea Utara dan risiko geopolitik Arab Saudi dan Iran menyebabkan investor mencari negara yang lebih aman, seperti Indonesia.

Selain itu, menurut Riset Ekonomi dan Industri PT Bank Central Asia Tbk (BCA) hal tersebut akan membuat Investor lebih memilih masuk ke safe haven asset dan kekhawatiran bursa global ini masih akan berlanjut, terutama setelah depresiasi tajam Yuan menimbulkan ekspektasi akan ekonomi Tiongkok yang semakin lemah.

Sementara itu, investor juga akan menunggu data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis besok, Jumat (8/1) yang diprediksi akan memperlihatkan pertumbuhan positif. Sedangkan dari dalam negeri, indeks kepercayaan konsumen yang naik bisa menambah sentimen positif di tengah sentimen negatif dari eksternal.

Di regional sendiri, pada perdagangan kemarin, Nikkei ditutup melemah 0,99% ke level 18.191, Kospi melemah 0,26% ke level 1.925,43, Han Seng melemah 0,98% ke level 20.980,81 dan Dow Jones ditutup melemah 1,47% ke level 16.906,51.

Saham-saham yang termasuk top gainers LQ45 termasuk PT Jasa Marga (JSMR) naik 9,52% ke Rp 5.750, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 7,84% ke Rp 1.375, dan PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) naik 7,04% ke Rp 2.890.

Saham-saham yang termasuk top losers LQ45 termasuk PT PP London Sumatra Tbk (LSIP) turun 2,32% ke Rp 1.265, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) turun 2,22% ke Rp 1.760, dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) turun 1,91% ke Rp 1.025.