Ingin Tahu Gambaran Besar Dana untuk Proses Digitalisasi? Simak Ini

Ingin Tahu Gambaran Besar Dana untuk Proses Digitalisasi? Simak Ini

Digitalisasi nampaknya seperti hal wajib saat ini. Sebab, salah satu bentuk inovasi tersebut diyakini mampu membuat segala proses menjadi efisien dan efektif. Tak heran bila banyak perusahaan pun kini menyediakan anggaran khusus untuk itu.

Di industri perbankan, digitalisasi memang memberikan banyak perubahan. Hal paling sederhana yang tampak adalah, makin sedikit frekuensi seseorang melakukan transaksi ke kantor cabang karena semuanya bisa dilakukan melalui ponsel pintar.

Saat ini, kamu bisa mengakses 93% layanan perbankan melalui kanal elektronik (e-channel) seperti ATM, internet banking dan mobile banking. Hanya sekitar 3% transaksi perbankan yang masih harus dilakukan di kantor cabang.

Tentu, semua pencapaian dan perubahan tersebut menelan biaya yang tidak sedikit. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menyebut, tiap transaksi perbankan di ATM, bank menanggung 22 jenis biaya.

Untuk penambahan dan peningkatan layanan serta kinerja ATM pun, BCA juga menyediakan dana setidaknya sebesar Rp400 miliar tiap tahun. Belum lagi untuk transaksi uang elektronik terkait pembayaran transportasi atau tol yang efektif pada Oktober mendatang.

Jahja mengungkap, sebelum mesin pembaca transaksi uang elektronik siap digunakan, BCA harus mendatangi tiap ruas tol untuk melakukan instalasi khusus. Di area Jabodetabek saja, kata Jahja, ada 35 ruas jalan tol dan bank berinvestasi untuk pembelian dan pencetakan kartu.

"Di masyarakat, ada sekitar 13 juta Flazz milik BCA. Namun, dari jumlah itu, hanya sekitar 4-5 juta kartu yang aktif dengan saldo rata-rata Rp40 ribu," sebut Jahja. Dari jumlah ini, lanjut Jahja, BCA tak bisa mengambil peluang dari dana mengendap yang ada dalam uang elektronik.

Sebab, hanya ada sekitar Rp15-20 miliar dana mengendap di uang elektronik tiap tahunnya. Padahal, BCA harus mengeluarkan setidaknya Rp50 miliar tiap tahun untuk investasi awal dan perawatan.

"Karena itu, kalau memang harus ada biaya yang dibebankan pada nasabah, hal itu akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk layanan, bukan untuk mengambil keuntungan dan sebagainya," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE