Inovasi & Kreatifitas Jadi Kunci Hj. Sairoh Sukses Berbisnis (1)
A- A+

Dalam bisnis, kebanyakan orang akan memikirkan produk atau hasil akhir apa yang bisa dipasarkan. Hal ini tak terjadi pada Hj. Sairoh. Ketika banyak memikirkan produk jadi, ia malah memikirkan apa yang bisa ia lakukan di sisi hulu.

Misalnya, ketika orang sibuk memasarkan pakaian jadi, Sairoh justru memilih mesin jahit sebagai ladang bisnisnya.

Sejak 1985, Sairoh sudah memberanikan diri mengimpor mesin jahit dari berbagai negara karena ia yakin bahwa bisnis ini bisa mendatangkan untung besar baginya.

Bukan tanpa alasan, mesin jahit sendiri merupakan tulang punggung para pengusaha pakaian. Ketekunan membuat Sairoh berhasil mendapat untung dan kerap kewalahan memenuhi permintaan dari para pedagang di Tanah Abang.

“Saya awalnya hanya melayani kebutuhan di Tanah Abang dan ini saja sudah membuat saya kewalahan. Namun, kini saya juga sudah mulai memenuhi permintaan di daerah lain seperti Lampung,” kata pendiri UD Maryono itu.

Sukses berjualan mesin jahit, Sairoh pun akhirnya melakukan inovasi dalam bisnisnya. Ia melakukan diversifikasi. Pada 2000, ia akhirnya mulai menyediakan jasa bordir dan mendatangkan 10 mesin bordir komputer.

“Sebenarnya saya tak paham bisnis bordir. Namun saya tahu saya harus menjalankan bisnis ini,” ungkapnya. Benar saja, bisnis ini pun mendulang sukses. Pelanggan mesin jahit Sairoh kini juga mengerjakan bordir di tempatnya karena harga yang lebih bersaing.

Selain itu, para pelanggan itu sudah memiliki kepercayaan dengannya. Setelah jasa bordir, Sairoh kemudian membuka bisnis yang menyediakan segala kebutuhan bisnis binatu.

Untuk bisnis ini, ia terinspirasi ketika sedang berwisata ke Bali dan mendapati bahwa bisnis binatu sangat menjanjikan.

Berlanjut ke bagian kedua untuk mengetahui kisah Sairoh mengawali bisnis kebutuhan binatu.