Jurus Ini Bisa Membantu Melewati Kondisi Pasar yang Sedang Lesu

Jurus Ini Bisa Membantu Melewati Kondisi Pasar yang Sedang Lesu

Vans, Quiksilver, Baia-Baia (sandal) dan jam tangan Omega tentu bukan lagi merek yang asing di telinga. Benjamin Handradjasa adalah CEO PT. Navya Retail Indonesia (Navya) yang berhasil membuat perusahaannya terus tumbuh di tengah kondisi pasar yang sedang lesu.

Melalui tangan dinginnya, dalam kurun kurang dari setahun, Benjamin berhasil membuat Navya memiliki 41 toko di Indonesia dengan karyawan toko mencapai lebih dari 300 orang dan 62 karyawan di belakang meja. Lalu, apa rahasia Navya sehingga bisa tetap tumbuh?

"Waktu di Adidas, saya dicuci otak mengenai merek olahraga. Sekarang saya mengelola banyak merek, mulai dari fesyen, gaya hidup maupun olahraga di Navya. Saya harus bisa menyeimbangkan perhatian dengan semua merek-merek ini. Saya harus kenal siapa konsumen saya," kata Benjamin yang pernah kerja di Adidas Indonesia itu.

Karena tak mungkin bekerja sendiri, Benjamin mengakui pentingnya kemampuan mendelegasikan pekerjaan. Dia membagi sistem kerja ke dalam unit bisnis yang terdiri dari orang-orang berpengalaman dan kompeten. Tim ini, katanya seperti dilansir Bisnis Indonesia, langsung melapor padanya.

"Saya selalu bekerja dekat dengan mereka karena saya butuh masukan. Umpan balik dari mereka penting sebelum saya mengambil keputusan terakhir," tambahnya. Selain itu, dia juga sering melakukan regenerasi.

Dari hasil penelitian pada konsumen, Benjamin tahu bahwa konsumen akan membeli barang secara daring (online) bila harganya di bawah Rp500 ribu. Di atas itu, konsumen akan datang ke toko.

"Sneakers yang limited edition misalnya. Mereka lebih suka beli di toko karena bisa memilih dan mencoba. Sepatu itu berdasarkan kecocokan. Begitu juga dengan baju yang mahal atau arloji yang mahal," tambah Sarjana Akuntansi dari Universitas Widyatama Bandung tersebut.

Persaingan, baginya, adalah hal wajar. Dari persaingan, Benjamin mengaku bisa belajar banyak. Persaingan juga membuatnya lebih kreatif terutama dalam hal meningkatkan pelayanan, kualitas produk, pengalaman konsumen maupun situasi di toko.

"Saya juga hormat pada pesaing karena masing-masing punya bisnis dan tujuan. Asal sehat, kenapa tidak bersaing? Konsumen juga diuntungkan karena ada banyak pilihan," sebutnya lagi.

Meski sedang lesu, Navya Indonesia mengaku tidak takut ekspansi. Tahun ini, Benjamin menargetkan membuka 11 gerai baru. Dalam membuka toko, Benjamin memegang prinsip 5P, lokasi (place), produk (product), harga (price), strategi promosi (promotion), dan orang yang tepat (people).

"Saya juga selalu mendengarkan ide dan masukan karyawan. Dari sisi tim kerja, efeknya beda. Mereka merasa memiliki tanggung jawab karena ini proyek mereka juga," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE