Kisah Inspiratif Pengusaha yang Sukses Berbisnis Setelah Usia 30 Tahun (1)
A- A+

Ketika usia menginjak 30 tahun dan belum menemukan arah hidup, banyak pihak akan meragukanmu. Banyak orang menganggap bahwa, ketika masuk usia itu, seseorang harus sudah mandiri, tahu tujuan atau mantap menapaki bisnis atau karier.

Padahal, tak semua pengusaha sukses di usia 30 tahun. Banyak pengusaha yang baru mulai menunjukkan kesuksesan ketika sudah melewati usia 30 tahun.

Vera Wang
Di usia delapan tahun, perancang busana ini  sudah menjadi atlet skater. Bahkan, Wang pernah bertanding di U.S Figure Championship. Namun, Vera gagal ketika menjalani seleksi untuk Olimpiade.

Setelah itu, dia menyelesaikan pendidikan di Sarah Lawrence dan menjadi editor majalah mode Vogue selama 17 tahun. Selanjutnya, ia bekerja di Ralph Lauren. Di tempat itu, Vera mulai menyadari keinginannya merancang dan membesarkan produknya sendiri.

Ketika menyentuh usia 40 tahun, dia mulai merancang gaun pengantin dengan mereknya sendiri. Setelah itu, namanya pun terkenal di dunia busana dan membuatnya memiliki kekayaan setidaknya US$420 juta.

Henry Ford
Bapak mobil modern ini adalah orang pertama yang menggunakan ilmu teknik untuk merancang mobil. Ford sebenarnya tidak menemukan mobil, dia hanya merancang. Setelah serangkaian percobaan, Ford akhirnya membuat mobil yang bisa beroperasi penuh pada 1898.

Saat itu, usianya sudah menginjak 35 tahun. Dia bekerja sama Alexander Malcomson dan mendapat kontrak dengan Dodge Brothers. Pada 1903, dengan dana US$28 ribu, Ford Motor Company pun lahir.

Pada lima tahun kemudian, mereka memperkenalkan Ford Model T pada masyarakat Amerika Serikat (AS). Pada 10 tahun kemudian saat Ford berusia 55 tahun, setengah mobil di Amerika Serikat adalah Ford.

Setelah itu, Ford mendapat kekayaan dan terus membangun perusahaannya. Ketika akhirnya dia meninggal pada usia 83 tahun (1947), kekayaannya sudah mencapai US$200 juta. Dia sempat menjadi orang terkaya di dunia selama beberapa waktu kala itu.

Momofuku Ando
Ando lahir di Taiwan pada 1910. Orangtuanya meninggal dan ia dibesarkan kakeknya. Di usia 22 tahun, dia membuat perusahan tekstil. Tak lama pecah Perang Dunia II dan ia pun pernah masuk penjara dan perusahaannya bangkrut.

Satu dekade setelah perang berakhir, Jepang butuh makanan cepat saji. Pemerintah menyarankan masyarakat makan roti dari AS. Ando memecahkan masalah ini dengan membuat mie.

Setelah melalui serangkaian percobaan, mie instan buatannya siap dijual. Saat itu, usianya sudah 48 tahun. Di 1961, perusahaannya juga menjual mie instan dalam bentuk cangkir (cup noodles) untuk pertama kalinya.

Ando meninggal pada usia 96 tahun dengan kekayaan mencapai US$100 miliar.

Bersambung ke bagian dua.