Makin Kaya, Pengusaha Indonesia Ini Makin Dermawan

Makin Kaya, Pengusaha Indonesia Ini Makin Dermawan

Berbagai dengan orang lain memang perbuatan baik. Namun, tak semua orang beruntung mendapat panggilan untuk mau berbagai. Meski demikian, para pengusaha ini termasuk golongan mereka yang dengan senang hati berbagi.

Dalam daftar terbaru '40 Pahlawan Filantropi di Asia-Pasifik' dari Forbes, para pengusaha ini membuktikan diri bahwa mereka juga peduli pada orang lain. Mereka rela mendermakan hartanya agar kehidupan orang lain menjadi lebih baik.

Dalam daftar tersebut, ada beberapa orang Indonesia yang masuk. Ini mereka.

Tahir, Pendiri dan CEO Mayapada Group
Pada Maret lalu, setelah mengunjungi pengungsi Suriah di Yordania, Tahir menyumbangkan setidaknya US$2,2 juta pada keluarga di sana. Tahir juga ingin sumbangannya dipakai untuk penyediaan panel surya di sekolah-sekolah.

Tahun lalu, Tahir juga menyumbang US$ 1juta untuk kebutuhan jaket para pengungsi di musim dingin. Tak hanya itu, ia juga menyumbangkan US$2 juta dalam kampanye PBB di bidang sosial.

Dia dan keluarganya juga telah mengumumkan memberi US$10 juta untuk mendukung pendidikan pengungsi yang tersebar di seluruh dunia. Di tengah tahun ini, menurut catatan Forbes, kekayaan Tahir mencapai US$3 miliar.

Tahir mendapat kekayaan dari berbagai bisnis di bawah bendera Mayapada Group, termasuk bisnis media, rumah sakit, perbankan dan real estate. Tahir pernah mendapat pendidikan dari Golden Gate University dan Nan Yang University.

Harry Susilo, Pendiri dan Chairman Sekar Group
Harry meresmikan Susilo Institute for Ethics in Global Economy di Universitas Boston beberapa waktu lalu. Dia juga telah menjadi pendonor tetap untuk memberi beasiswa di Universitas Boston dan mendukung riset di sana.

Mengapa Universitas Boston? Kampus tersebut adalah tempat dua anak perempuan Harry menuntut ilmu. Institusi pendidikan tersebut bergerak pada pembelajaran dan pengembangan ilmu bisnis di beberapa negara sesuai kebudayaannya.

Mereka telah beberapa kali mengadakan simposium tahunan. Simposium pertama digelar di Surabaya, kedua di Boston. Misinya adalah meningkatkan level integritas dan kepemimpinan.

Bila belum pernah mendengar Sekar Group, perusahaan ini bergerak di bisnis makanan laut. Saat ini, Sekar Group sudah memproduksi beraneka macam produk olahan laut seperti udang, ikan dan produk-produk turunannya di bawah bendera Finna.

Produk Sekar Group sudah masuk ke 36 negara seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, serta negara-negara Eropa, Asia-Afrika dan Timur Tengah. Bisnis Sekar Group berpusat di Sidoarjo, Jawa Timur.

Majalah Forbes juga memasukkan namanya sebagai orang terkaya di Indonesia.

Rikrik Rizkiyana, Senior Partner, Assegaf Hamzah & Partners Law Firm
Rikrik merupakan salah satu pendiri sekolah asrama khusus untuk masyarakat kurang mampu. Dia telah menyumbang setidaknya US$1,2 juta dan US$600 ribu. Sekolah tersebut dibangunnya di Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Sekolah yang berdiri sejak 2010 itu kini memiliki 23 murid. Pelamar di sekolah ini wajib memiliki IQ setidaknya 130 dan berusia kurang dari 9 tahun. Muridnya akan mendapat sekolah gratis, kamar dan asrama hingga SMA.

Orang tua boleh berkunjung kapan saja. Sekolah tersebut menerima murid dari agama apapun. "Kita ingin memberi yang terbaik pada anak-anak ini juga memberi pemahaman lebih baik pada dunia mengenai kebaikan dan humanisme," katanya tentang misinya.


Rikrik adalah dua dari pengacara di Indonesia yang terdaftar dalam Global Competition Review. Keahliannya ada di bidang hukum perdagangan bebas (antitrust). Dia pernah menjadi staf ahli Menteri Perdagangan dan Industri untuk menyiapkan White Paper for the Trade Act.

Dia juga pernah menjadi konsultan Bank Dunia dalam mendampingi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Dia juga pernah menjabat sebagai Deputi Direktur di lembaga tersebut.

MORE FROM MY SITE