Masa Depan Perbankan Ada di Dunia Digital
A- A+

Kemajuan teknologi berhasil menggeser banyak hal. Kegiatan belanja yang tadinya terjadi di pasar, kini mulai bergeser di toko virtual yang ada di dunia maya. Perubahan semacam ini tentu mampu membawa keuntungan tersendiri bila di sikapi dengan bijak.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya. Bank swasta ini mendukung penuh perkembangan perbankan berbasis digital dan teknologi. Sebab, perubahan ke arah ini akan mempermudah dan memberi nilai tambah bagi kualitas kehidupan masyarakat, khususnya mereka yang melek dunia digital.

Menurut Direktur BCA Armand Hartono di ajang Social Media Week 2016, BCA ingin berbagi pengalaman dalam mengembangkan layanan dan produk perbankan berbasis teknologi dan digital.
“Media sosial menjadi kekuatan di semua aspek kehidupan. BCA pun harus siap dengan proyeksi dan rencana masa depan. Kebutuhan masyarakat atas pelayanan perbankan akan selalu berubah, terutama akibat perubahan teknologi yang sangat cepat. Mobilitas masyarakat yang makin tinggi menuntut dunia perbankan memberi layanan dan produk yang praktis, dinamis, dan mudah dijangkau,” ujar Armand.

BCA selalu berupaya melakukan inovasi atas produk-produk layanan perbankan baru sesuai kebutuhan nasabah. Peluncuran sebuah produk tak hanya soal kebaruannya atau kecanggihan, juga tingkat aplikatif produk itu sendiri.

Bila nasabah dan masyarakat merasakan manfaatnya, artinya perusahaan berhasil. ”Indonesia sedang dalam masa transisi menuju transaksi bersifat daring (online). Kami tak ingin ketinggalan untuk mengikuti perkembangan dunia digital dan teknologi melalui sejumlah produk, seperti LAKU, Duitt, dan Sakuku,” katanya.

Melalui produk Sakuku, BCA menawarkan kemudahan bertransaksi menggunakan aplikasi di ponsel pintar. Nasabah bisa melakukan transaksi pembayaran, termasuk mengisi pulsa diri sendiri dan teman. Jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa membuat Indonesia berpotensi menjadi raksasa teknologi digital sekaligus pasar ponsel pintar terbesar.

Bahkan, hasil riset Emarketer menunjukkan, jumlah pengguna ponsel pintar di 2018 bisa mencapai lebih dari 100 juta orang. Ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pengguna media sosial terbesar di dunia.

“Kami akan terus memperhatikan perkembangan ini dan mengkaji berbagai kemungkinan atas penerapan TI, termasuk memanfaatkan media sosial di layanan perbankan kami,” pungkas Armand.