Membuat Konten di Media Sosial agar Menunjang Bisnis

Membuat Konten di Media Sosial agar Menunjang Bisnis

Selain untuk bersosialisasi, media sosial juga punya manfaat untuk bisnis. Hal ini pula yang membuat banyak pemilik bisnis mulai melirik media sosial untuk meningkatkan keawasan merek produknya serta mengembangkan bisnis.

Sayangnya, Head of Asia Pasific Media Account Managers and Talent Brand Linkedin Vibha Adlakha mengatakan, cara itu tidaklah cukup. Untuk memastikan bahwa kamu mendapat perhatian dari calon konsumen, harus ada dukungan dari konten yang bagus menarik.

"Jangan asal menyebarkan artikel, gambar atau konten meski relevan dengan produk yang kamu miliki. Kamu bukan laman berita seperti New York Times atau CNBC," kata Vibha di Social Media Week belum lama ini.

Untuk mendapat perhatian dari calon konsumen, kamu per mengembangkan (leverage) beberapa platform. Selain itu, kamu juga perlu melakukan serangkaian analitik data untuk mengukur sejauh mana pengaruh dan penerimaan konten yang kamu buat.

"Ukur dan pantau terus perkembangan konten yang kamu unggah dan struktur demografi calon respondenmu. Di laman Linkedin, kamu bisa menggunakan fitur terbaru, trending storyline," tambahnya.

Kamu juga harus mulai berpikir untuk membuat media yang kaya dan berisi, termasuk membuat konten dengan berbagai bentuk, salah satunya adalah video. Sebab, saat ini video adalah salah satu media paling atraktif.

Vibha menyarankan, jaga komitmen dan konsistensi dalam membuat konten. Kemudian, perhatikan juga tiga hal dalam menggunakan media sosial. "Dalam membuat konten bisnis, tonjolkan pelayanan (services), konsumen (people) dan produk," tambahnya.

Vibha juga mengungkap bahwa ada 3-10 pertimbangan yang akan dilakukan seorang konsumen sebelum melakukan pembelian di dunia nyata. Karena itu, perlu upaya konsisten mengingatkan konsumen atas produkmu di media sosial.

Client Partner Facebook Indonesia Henry Manampiring menambahkan, konten yang disuka (likes) dan sering dibagikan (share) di media sosial tak selalu berdampak pada penjualan.

"Bahkan, korelasi antara dua hal ini, maksimal hanya 1% saja," katanya. Hal inilah yang membuat dukungan konten menjadi penting.

MORE FROM MY SITE