Meski Hanya Lulus SMP, Pria Ini Jadi Raja Oleh-Oleh di Bali (1)
A- A+

Pendidikan sering menjadi faktor pendukung keberhasilan dalam berkarier dan berbisnis. Namun, kerja keras juga bisa menjadi modal besar. Gusti Ngurah Anom telah membuktikannya sendiri.

Kalau berkunjung ke Bali, tentu kamu pernah mendengarh pusat oleh-oleh Krisna? Pria yang akrab disapa Ajik Krisna itu adalah sosok di balik kesuksesan Krisna. Padahal, pria kelahiran 1971 itu hanya lulusan SMP.

Saat merantau ke Denpasar, cita-cita awal Ajik hanya membawa pulang sepeda motor ke kampung halamannya. Kala itu, sepeda motor memang menjadi parameter kesuksesan para perantau.

Berbagai pekerjaan ia jalani di ibukota Bali tersebut. Ia pernah menjadi tukang cuci mobil. Selama dua tahun ia bertahan hidup di Denpasar dengan kerja serabutan hingga akhirnya diterima di sebuah konveksi bernama Sidharta.

Pekerjaan dan bisnis ini yang kemudian menjadi titik tolak bisnis Ajik. Ternyata, Ajik adalah pribadi yang cepat belajar dan cerdas. Dalam satu tahun, ia sudah dipercaya dan paham seluk beluk bisnis konveksi.

Meski demikian, Ajik tak terlena dan terjebak kenyamanan itu. Pada 1991, ayah empat anak itu berkongsi membuat usaha sendiri. Ia dan mantan bosnya mendirikan Cok Konveksi yang ternyata hanya bertahan selama empat tahun saja.

Setelah itu, mereka pecah kongsi. Aset Cok Konveksi dibagi dua, masing-masing mendapat Rp30 juta. "Bagian bos saya yang Rp30 juta saya pinjam untuk tambahan modal," kata Ajik Krisna.

Ajik bekerja keras membangun bisnis kausnya yang akhirnya menjadi toko oleh-oleh Krisna. Di sana, Ajik sudah bermitra dengan lebih dari 400 pemasok. Ia menjual sekitar 8.000 barang oleh-oleh khas Bali.

Bisnisnya pun terus berkembang. Selain toko oleh-oleh, ia juga memiliki restoran. Ajik Krisna juga merambah bisnis penyewaan mobil mewah dan hotel. Ia memiliki setidaknya 1.000 karyawan.

Berlanjut ke bagian kedua.