Meski Sudah Sukses dan Kaya, Hidup Miliarder Ini Pernah Sial
A- A+

Menjadi kaya adalah keinginan semua orang. Tak banyak yang tahu bahwa kekayaan itu mengandung tanggung jawab dan risiko. Menjadi orang terkaya di dunia harus siap dengan berbagai risiko yang menyertai.

Ternyata, sebelum menjadi kaya seperti saat ini, ada beberapa miliarder yang pernah mengalami kesialan besar dalam bisnis dan hidup.

Bill Gates
Orang terkaya di dunia versi Forbes  ini adalah pemilik Microsoft. Pada 1999, Microsoft baru menjadi raja di bisnis teknologi. Namun, saat itu, perusahaan itu dilaporkan ke Kementerian Keamanan Amerika Serikat atas tuduhan melakukan monopoli bisnis.

Microsoft kalah dalam persidangan. Microsoft pun akhirnya harus membuka kesempatan bagi produk lain masuk dan menjadi pesaing.

Jeff Bezos
Pada pertengahan Juli lalu, pendiri Amazon ini sempat menggeser posisi Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia. Saat itu saham Amazon naik sampai 17% di bursa Nasdaq. Namun, posisi Jeff sebagai orang terkaya di dunia ini hanya bertahan selama beberapa jam saja.

Dalam waktu kurang dari 90 menit, kekayaan miliarder ini kembali turun US$2,6 miliar (Rp34,6 triliun). Penurunan saham Amazon terjadi karena pasar salah menebak pendapatan Amazon di kuartal dua 2017.

Amazon melaporkan penurunan 77%. Pendapatan Amazon pun turun menjadi US$197 juta dengan penjualan US$38 juta.

Wang Jianlin
Bisnis pendiri pengembang peranti lunak Dalian Wanda Group ini terus berkembang dan membesar. Jianlin juga memiliki klub sepakbola Spanyol Atletico Madrid. Tak heran kalau dia pernah menjadi orang terkaya di Tiongkok.

Meski begitu, beberapa tahun ini, Jianlin mengalami kejadian kurang mengenakkan. Seperti dilansir liputan6, enam proyek akuisisi luar negerinya terlilit masalah keuangan. Hal ini membuat kekayaannya turun US$900 juta.

Niat Jianlin membeli perusahaan hiburan Amerika Serikat Dick Clark Poductions juga harus diurungkan. Pada Maret 2017 lalu, salah satu perwakilan Dick Clark Productions membatalkan kesepakatan dengan perusahaan miliknya.

Elridge Industries yang membawahi rumah produksi Dick Clark Productions mengatakan pemutusan kerja sama ini lantaran Dalian Wanda Group tak bisa menghormati kontrak obligasi yang sudah disepakati.