Mungkinkah Pemain Baru Mengalahkan Raksasa Penguasa Pasar?

Mungkinkah Pemain Baru Mengalahkan Raksasa Penguasa Pasar?

Pernah mendengar istilah David melawan Goliath dalam bisnis? Istilah ini untuk pemain bisnis kecil dan baru namun berhasil merangsek pasar. Apakah saat ini kamu merasa bisnismu sedang berhadapan dengan Sang Raksasa tersebut dan bertanya-tanya mungkinkah bersaing melawan pemain besar itu?

Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Big Cola (AJE Global) berhasil melawan Coca-Cola pada 2015 lalu menjadi salah satu contohnya. Perlahan tapi pasti, Big Cola berhasil masuk pasar minuman berkarbonasi dengan menawarkan harga yang jauh lebih murah dan pilihan rasa yang lebih menarik.

Sebagai penguasa pasar, Coca-Cola pun tidak tinggal diam. Bagaimana tidak, dalam waktu yang tidak lama, pendapatannya menurun cukup dalam. Apple juga pernah menjadi saingan IBM, sang penguasa pasar. Contoh lainnya, perjuangan produsen alat olahraga Under Armour melawan dominasi Nike.

Buat kamu yang masih ragu, pengusaha dan penulis Steve Tobak memberi kiat seperti yang dituliskannya di Inc-Asean.

Masuk Pasar yang Lebih Spesifik dan Ceruk Pasar Jelas

Pernah mendengar produk artisan? Pengamat Manajemen dan Partner Inventure Yuswohady menyebut bahwa di tahun ini, bisnis artisan berkembang pesat. Jadi, bisnis yang memberi margin laba paling tebal bukan lagi produsen barang atau jasa yang sifatnya massal.

Sebaliknya, margin paling tebal justru dimiliki perusahaan-perusahaan skala kecil atau menengah yang membuat produk unik dan terbatas. Facebook dan Google adalah contoh perusahaan yang sukses menerapkan prinsip tersebut.

Ketika mengembangkannya, pendiri Facebook Mark Zuckerberg tidak berusaha mengubah Facebook menjadi agensi iklan. Mereka konsisten dan memfokuskan bisnis pada media sosial dan mesin pencari.

Berbeda

Jangan hanya terlihat berbeda, namun bertindaklah secara berbeda pula. Bila ingin mengalahkan pemain besar, kamu harus melakukan sesuatu yang bisa membuat bisnismu tampak berbeda dari lainnya dan tak ada seorangpun melakukannya.

Mencari Mitra

Ketika merintis bisnis, jangan terlalu jumawa untuk melakukan semuanya sendiri. Perusahaan komputer Compaq berhasil mengalahkan IBM ketika memasarkan komputer bertenaga prosesor Intel 386. Jadi, untuk bisa bersaing, kamu harus gesit dan lincah mencari mitra seperti Compaq yang bekerja sama Intel untuk mengalahkan IBM. Carilah mitra yang memang sesuai dan bisa melengkapimu.

Wujudkan Kesan Lebih Besar dan Menarik

Hal yang paling sulit ketika ingin mengalahkan Sang Raksasa adalah konsumen belum yakin pada produk atau layanan yang kamu tawarkan. Disini, kamu harus meluangkan waktu dan perhatian untuk mengalahkannya.

Beri perhatian lebih pada hal-hal yang sifatnya detail. Layanan konsumen yang lebih baik juga dapat menjadi strategi lain. Tampilkan produk atau jasa di berbagai lini penjualan, termasuk e-dagang, situs khusus dan media sosial.

Steve juga berpesan, hal terpenting dari sebuah perusahaan rintisan adalah memberi pengalaman yang berbeda bagi konsumen. Bila kamu sudah melakukannya, bukan tidak mungkin, kemenangan hanya tinggal selangkah lagi. Sudah siap?

MORE FROM MY SITE