Penjualan Meningkat, Ini Rahasia Inovasi Zara
A- A+

Ritel seperti Zara dan Pull&Bear merupakan milik Inditex, perusahaan pakaian terbesar dunia. Dalam laporan kuartal pertama 2016, perusahaan ini mengungkap kinerja yang lebih baik dari perkiraan. Tak lain hal ini berkat inovasi yang Inditex lakukan.

Peningkatan laba dan penjualan perusahaan ini berkat optimalisasi jaringan gerai dan kanal penjualan online (daring). Di kuartal I-2016, Inditex membukukan kenaikan 6% pada laba bersih menjadi US$ 621 juta (Rp 8,2 triliun).

Angka tersebut lebih tinggi dibanding harapan para analis. Melihat kesuksesan langkah tersebut, Inditex pun berkomitmen terus melakukan ekspansi bisnis dengan membuka gerai-gerai baru dan mengoptimalkan kanal daring untuk mengejar target laba maupun penjualan.

Saat ini, Inditex punya lebih dari 7.000 gerai di 90 negara. Kinerja baik tersebut langsung membuat saham Inditex di bursa saham Madrid, Spanyol menguat 3,5%. Meski saham menguat, sebelumnya saham Inditex sudah melemah 8% sejak awal 2016.

“Saat ini, banyak peretel mengeluhkan kondisi pasar. Hasil kinerja Inditex menunjukkan kekuatan model bisnis dan kemampuan memberi hasil yang mumpuni,” ujar Jamie Merriman, analis dari Bernstein.

Pergerakan kurs nilai tukar pun mempengaruhi kinerja bisnis Inditex. Meski demikian, berdasar prediksi Societe Generale, pendapatan penjualan Inditex bisa meningkat hingga 17% hingga akhir tahun ini.

Saat ini, Inditex mengoperasikan delapan merek termasuk Zara, Pull&Bear, Massimo Dutti, dan Bershka. Gerai terbaru berlokasi di Vietnam, Selandia Baru, Paraguay, Aruba, dan Nikaragua dan mulai merambah daring di seluruh Eropa tahun ini.