Perjalanan Sukses Liliyana Natsir, Srikandi Bulutangkis Indonesia (2)
A- A+

Liliyana dan Tantowi akan berlaga di pertandingan BCA Indonesia Open 2017 pada 12-18 Juni mendatang di JCC Senayan. Meski begitu, PBSI tidak memberi beban berat pada mereka. PBSI menargetkan mendapatkan satu medali dari pasangan ganda putra Indonesia.

Atlet, barangkali profesi yang paling cepat memasuki masa pensiun. Bila sebagian besar profesi memiliki masa pensiun 50 tahun, atlet sudah harus pensiun di usia 30 tahun. Liliyana Natsir adalah salah satu atlet bulutangkis nasional yang sebentar lagi gantung raket.

Tahun ini, Liliyana berusia 32 tahun. Demikian, perempuan berdarah Manado itu harus segera mengakhiri karier profesionalnya. Selama berkarier, Butet sudah mencapai posisi puncak saat meraih medali emas di Olimpiade Rio de Jenairo di 2016 lalu bersama pasangannya Tantowi Ahmad.

Meski begitu, dirinya tidak bersantai-santai. Menghadiri Konferensi Pers Penyelenggaraan BCA Indonesia Open 2017 di Hotel Kempinsky Jakarta, Liliyana mengaku dirinya terus terpacu meningkatkan prestasi.

Dia berambisi memberi yang terbaik untuk Indonesia di dua pertandingan internasional terakhirnya, BCA Indonesia Open 2017 dan Asian Games 2018.

“Kondisi saya saat ini tidak 100% baik. Saya masih dalam masa pemulihan setelah kaki cedera. Namun saya akan memberi yang terbaik untuk Indonesia,” sebut perempuan yang berulang tahun tiap 9 September itu.

Liliyana bercerita, dirinya mengalami cedera setelah bertanding di beberapa laga internasional beberapa waktu lalu. Hal itu membuatnya harus beristirahat total. Saat ini, kondisinya sudah mulai membaik dan sudah mulai turun ke lapangan untuk latihan ringan.

Kondisi kaki ini merupakan satu-satunya hambatan menghadapi pertandingan di BIO 2017. Bagi Butet, atlet sangat dekat dengan risiko cedera. Dia bahkan mengaku cukup beruntung, sepanjang kariernya, dirinya baru mengalami cedera.

Namun, cedera tak pernah mengecilkan semangatnya untuk bertanding. Bahkan, bersama Tantowi Ahmad, Liliyana menargetkan memberi yang terbaik untuk kontingen Indonesia.

“Atlet selalu dibebani target, itu sudah biasa. Kami mengubah pola pikir target itu sebagai tanggung jawab untuk meningkatkan motivasi,” kata dia.

Meskipun target gelar juara di laga BIO 2017 tidak dibebankan pada Butet dan Tantowi, melainkan pada pasangan muda ganda putra Indonesia, namun Liliyana mengaku penasaran.

Pasalnya, bersama Tantowi, Liliyana mengaku belum pernah menjuarai Indonesia Open. Karena itu, dirinya mengaku terus memacu diri di tengah keterbatasan fisik.

“Saya tahu umur dan fisik sudah tidak lagi seperti dulu. Namun, jiwa juang dan rasa tidak mau kalah di dalam diri tidak bisa bohong. Saya menargetkan bermain yang terbaik sampai Asian Games tahun depan, “ sebut dia lagi.

Belajar dari Liliyana, kesuksesan tidak pernah ingkar kepada mereka yang bekerja keras dan disiplin tinggi. Dalam mengejar impian, tidak ada salahnya kita berguru kepada Liliyana Natsir.