Selain Warren Buffett, Pria Ini Juga Merintis Kesuksesannya Sejak Kecil
A- A+

Pernah mendengar nama Tilman Fertitta? Bila belum, kamu tidak sendirian. Nama pria ini menjadi banyak perbincangan setelah membeli tim NBA asal kampung halamannya, yakni Houston Rockets senilai US$2,2 miliar (Rp29 triliun).

"Ini adalah mimpi saya sepanjang hidup," katanya pada CNBC. Tilman sendiri adalah seorang pengusaha yang sudah merintis bisnis sejak kecil, tepatnya usia 11 tahun seperti Warren Buffett.

Menurut laporan Forbes, pendiri Landrys Inc itu kini punya aset lebih dari US$3,5 miliar dengan kekayaan pribadi mencapai lebih dari US$3,1 miliar.

Perusahaan tersebut merupakan pengelola sejumlah restoran ternama di Amerika Serikat (AS) seperti Landrys Seafood, Bubba Gump Shrimp Co, Mortons The Steakhouse dan Golden Nugget Casinos.

Baru-baru ini, Tilman mengungkap rahasia yang mengantarkannya menjadi sukses di bisnis restoran. "Ayah saya punya restoran makanan laut di depan rumah. Dari usia 11 tahun, saya belajar cara mengecek ikan segar dan membuat udang kering. serta mengganti minyak," kenangnya.

Pelajaran tersebut membuatnya mengetahui banyak hal. Selain soal cara mengecek bahan makanan, Tilman juga belajar ilmu keuangan ketika menjadi kasir. "Di usia 13 tahun saya bilang ayah ingin mengurus restoran ini. Saat itu, saya sangat percaya diri," katanya.

Masuk SMA, Tilman mulai investasi di pasar saham. Dia juga pernah masuk sekolah bisnis namun kemudian keluar. Tilman mengaku, otak cemerlang pemberian tuhan membuatnya berani melanjutkan bisnis meski tak memiliki gelar sarjana bisnis.

Di usia 23 tahun, Tilman meminjam US$6 ribu dari bank untuk memulai bisnis di bidang hotel. Pada 1980, ia menjadi salah satu investor di Landrys Seafood. Pada enam tahun kemudian, ia menjual hotel miliknya dan menjadi pemegang saham mayoritas Landrys.

Pada dua tahun kemudian, Tilman pun memulai usaha restoran pertamanya. Di 1988, restoran Tilman sudah berkembang menjadi lima restoran dengan nilai aset US$16 ribu dan mencetak penghasilan US$2 ribu setahun.

Sebagai langkah pengembangan bisnis, Tilman pun membangun komplek hiburan. Pada 1993, Tilman menjual saham Landrys Inc ke publik untuk ekspansi dengan membeli beberapa restoran dan bisnis hiburan yang mengalami kesulitan keuangan.

Pada 2010, Tilman membeli kembali semua saham yang beredar di publik senilai US$10 miliar. Membeli perusahaan-perusahaan sakit menjadi salah satu keahlian Tilman sejak itu dan ia menyadari bahwa hal tersebut adalah minat (passion) barunya.

"Passion adalah segalanya. Kamu bisa melakukan apapun dan menjadi sukses dengannya," pungkasnya.