Seperti Mark Zuckerberg, Kesuksesan Pria Ini Juga Berawal dari Indekos

Seperti Mark Zuckerberg, Kesuksesan Pria Ini Juga Berawal dari Indekos

Kisah Mark Zuckerberg yang mulai mengembangkan Facebook di kamar asrama Harvard tentu sudah sangat terkenal. Kisah ini ternyata menginspirasi Michael Nugroho yang akhirnya juga ikut mendirikan perusahaan rintisan.

Bedanya, bisnis pria kelahiran 1992 itu bergerak di bidang industri ritel, PT Smith Indonesia Jaya atau Smith Men Supply. Bersama beberapa rekan, Michael memroduksi pomade atau gel penata rambut untuk pria pada 17 September 2013.

Awalnya, lulusan fakultas Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya itu mendirikan bisnis untuk memenuhi tugas kuliah. Pemilihan pomade pun karena Michael melihat peluang di pasar Pomade yang saat itu masih didominasi produk impor.

"Awalnya kami buat sendiri di indekos. Kami belajar cara membuat pomade dan bahan-bahan untuk membuat kosmetik. Pertama, hasilnya seperti lilin aroma terapi yang belum bisa dipakai untuk rambut. Setelah tiga hingga empat bulan, baru kami temukan resep yang sesuai selera orang Indonesia," sebut Michael seperti dilansir Bisnis Indonesia.

Di tahap percobaan ini, Michael mengaku sempat diusir karena membuat dapur indekos berantakan dan kotor. Kemudian, Michael pindah ke rumahnya dan memroduksi pomade tiap Sabtu. Karena permintaan kian banyak, Michael pindah dan menyewa rumah.

Langkah tersebut untuk mengejar kapasitas produksi. Pada 2015, karena merasa sudah tak sanggup mengerjakan sendiri, mereka melempar produksi ke pabrik kosmetik (homebrew). Dari yang hanya memroduksi 100-250 pomade, kini sudah mencapai 5.000 per produksi.

Sedangkan untuk omzet, sudah mencapai Rp3,2 miliar per tahun. "Kami memiliki enam varian, jadi produksi sekitar 30 ribu unit dengan harga antara Rp95 ribu sampai Rp160 ribu," tambahnya.

Ke depan, Michael menargetkan agar skala usahanya bisa naik menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP) dengan omzet Rp10 miliar per tahun. Pasca rebranding logo dan optimalisasi pemasaran di media sosial, Michael juga masuk pasar ritel, tepatnya sejak 2016.

Produknya kini sudah ada di AEON dan Ranch & Farmers Market. Awal tahun ini, mereka juga masuk Food Hall dan segera masuk Guardian"Sekarang, produk kami juga sudah bisa ditemukan di 100 barber shop di Indonesia," lanjutnya.

Michael juga melakukan penjualan secara daring (online). "Saat ini sudah ada 11 orang distributor di kota-kota besar seperti Padang, Kupang, Pontianak, Pekanbaru, Makassar, Bali, Medan dan Bekasi," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE