Sheryl Sandberg Buktikan Sukses di Usia Muda Bukan Hal Mustahil (2)
A- A+



Sheryl berpendapat, keputusan di usia 20 tahunan bisa menjadi pijakan mencapai sukses di usia 30 tahunan. Sebagai wanita, Sheryl mengakui kadang sulit membedakan kepentingan pribadi dengan karier.


"Kalian boleh berkencan dengan siapa saja, termasuk pria kutu buku. Namun, kamu harus menikah dengan orang yang menginginkan kesetaraan dalam hubungan. Laki-laki itu harus mendukung karier wanita," pesannya.


Ketika ditanya mengenai hubungan, wanita yang lulus summa cum laude ini punya trik mengetahui apakah pasanganmu mendukung kariermu. Caranya, langsung tanyakan pada pasangan dan jangan takut mendengar jawabannya.


Bila tak yakin dengan jawaban dan prinsipnya, Sheryl berpesan boleh untuk tidak membawa hubungan tersebut ke jenjang serius.


"Aku sangat percaya bahwa kita harus punya komitmen dan disiplin untuk membuatnya menjadi kenyataan. Sebagai wanita, kita harus memiliki mimpi besar. Mimpi besar sangatlah penting," pesannya.


Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Sheryl punya ritual yang tidak biasa. Sebelum tidur, wanita yang pernah menjadi salah satu staf mantan presiden AS Bill Clinton ini selalu menghitung tiap kebahagian yang ia dapatkan.


Dia menuliskan tiap hal atau kejadian yang membuatnya selalu bersyukur, meski hanya segelas kopi. Setelah menuliskannya, Sheryl merasa hidupnya menjadi lebih berarti. "Sebelum Dave meninggal, saya pergi ke tempat tidur dengan mengkhawatirkan apa yang salah dan apa yang akan terjadi besok," tambahnya.


Setelah kematian suaminya, Sheryl menjadi lebih memahami hidup. Dia bukan menjadi orang yang paling bijak dan bahagia, tetapi setidaknya, dia berusaha terus bahagia.


"Saya selalu berusaha untuk bersyukur setiap hari dan mendapatkan kebahagiaan," pungkasnya.