Sulitnya Perjalanan Uang Elektronik Sebelum Jadi Bagian Gaya Hidup Baru (2)
A- A+

Hasilnya, diketahui bahwa banyak negara yang sukses memperkenalkan uang elektronik selalu diawali untuk keperluan transportasi.

“Sayangnya, saat itu sektor transportasi dirasa belum siap. Akhirnya kita nekat dan Flazz harus tetap jalan. Karena nasabah kita adalah ritel, kita pun mulai dari sektor ritel. Ini satu-satunya di dunia,” ungkap direktur BCA itu.

Untuk proyek awal, kita mulai perkenalkan Flazz di Mal Taman Anggrek dan Mal Kelapa Gading. Meski tidak mudah, Suwignyo ingat, pihaknya pantang menyerah, terus kerja keras dan tak segan turun ke lapangan. Upaya tersebut pun akhirnya membuahkan hasil.

“Transaksinya bagus, tapi ini masih mahal. Namun, ada yang lebih mahal lagi, yakni melakukan edukasi pada pasar,” kenang dia. Setelah dari mal, upaya ini berlanjut ke pembayaran parkir dan Flazz sukses menguasai pembayaran parkir tersebut.

“Dalam lima tahun, kartu sudah mencapai lima juta. Transaksi masih naik turun. Transaksi baru mulai tinggi sejak kita masuk ke parkir. Saat itu kita bekerja sama Secure Parking. Tak lama, muncul Trans Jakarta dan disusul menjadi alat bayar untuk Commuter Line KCJ pada Desember 2013. Dari sini muncul titik terang. Sejak itu, bank lain pun mulai ikut bermain di sini,” papar Suwignyo.

Selanjutnya, BCA pun mulai bekerja sama Bank Pembangunan Daerah (BPD). Kerja sama ini ternyata berhasil membuat transaksi menggunakan uang elektronik terus mengalami peningkatan.

“Saat itu, kita memang fokus di ritel dan transportasi,” ungkapnya. Perihal pembayaran di tol, pemerintah pun kini sudah membukanya untuk bank nonpemerintah. “Bank Indonesia akan mengumumkan hal ini nanti. Semoga, sebelum akhir tahun, semua tol sudah bisa menerima pembayaran dengan Flazz,” ucapnya.

Suwignyo menekankan bahwa Flazz tidak terbatas untuk nasabah BCA saja, semua masyarakat bisa menggunakannya. Kepemilikan Flazz pun tidak mewajibkan pemegangnya memiliki rekening di BCA. Namun, Suwignyo mengakui bahwa sistem topup yang ada saat ini masih bisa ditingkatkan.

Seperti diketahui, untuk topup Flazz bisa melalui ATM Nontunai BCA, Kantor Cabang BCA dan Kantor Cabang BCA Syariah serta toko berlogo Flazz.

“Kita sedang mencoba mempermudah sistem topup. Bila sebelumnya hanya bisa menggunakan kanal BCA tertentu. Ke depan, topup bisa melalui BCA mobile. Saya optimistis program BCA bisa jalan sesuai harapan,” pungkasnya.