Tiru Perusahaan Ini Dalam Membangun Merek yang Kuat
A- A+

Pernah mendengar Ismaya Group? Ya, perusahaan ini adalah perusahaan yang menaungi beragam resto (Publik Markette, GIA, Skye, dll), klub (Dragonfly & Blowfish) dan merupakan penyelenggara acara-acara (DWP, Jakarta Culinary Festival, dll) yang identik dengan anak muda.

Siapa sangka, perusahaan ini sudah berjalan selama lebih dari satu dekade, tepatnya selama 14 tahun.

Dalam acara BCA Young Community di Publik Markette pada 5 September 2017 yang lalu, Head of Marketing Resto Concept Ismaya Group Poppy Imlatimengaku, ada dua hal yang menjadi kunci kesuksesan perusahaan, yakni visi dan konsep.

“Visi kuat yang didukung wawasan serta divisi penelitian dan pengembangan (litbang) yang mumpuni membuat kami bisa memiliki merek yang kuat,” katanya. Untuk urusan visi, Poppy mencontohkan Sushi Groove.

Pendirian resto sushi tersebut berangkat dari visi Ismaya yang ingin menyajikan sushi dengan harga yang ramah dikantong untuk semua orang.

“Dulu, sebelum menjadi klub, Blowfish adalah resto sushi dengan harga premium. Namun, seiring perubahan visi, Blowfish berubah menjadi klub dan kami membuat resto sushi baaru bernama Sushi Groove untuk menyediakan sushi dengan harga ramah bagi semua orang. Ide ini kami dapat dari litbang kita,” paparnya.

Dari ide kemudian lanjut ke konsep. Bagi Poppy, konsep memiliki peran penting menciptakan identitas dalam pemetaan merek perusahaan. Intinya, kata dia, merek harus bisa menciptakan pengalaman makan yang tak bisa dilupakan.

“Bila sudah mengetahuinya, kita akan paham produk seperti apa yang akan kita buat. Tujuan kita, membuat orang senang sejak ia datang hingga pulang. Semua pengalaman harus diciptakan dengan apik,” pungkasnya.