Transparan & Jujur, Kunci Hendranata Bangun Bisnis (2)
A- A+

Hendranata sadar, dirinya sudah tak muda lagi dan harus menyiapkan penerus tampuk kepemimpinan. Anak pertama Hendranata, Wilson Tan, pun sudah diperkenalkan dengan bisnis keluarga ini sejak lama.

“Harapannya, sejak awal memang saya siapkan anak saya untuk menjadi generasi kedua di Himalaya Abadi. Namun, keputusan tetap saya kembalikan ke anak saya, karena seiring usia, saya tak bisa ambisius seperti dulu,” ungkapnya.

Namun, Hendranata melihat anaknya menunjukkan ketertarikan pada bisnis keluarga ini. “Saya sudah dua tahun di perusahaan, tahun pertama merupakan masa penjajakan bagi saya. Namun, akhirnya saya bulatkan tekad untuk fokus dalam bisnis ini,” ujar Wilson.

Wilson memiliki visi tersendiri untuk Himalaya Abadi. Ia ingin meluaskan distribusi produknya ke seluruh Indonesia dan mengembangkan produk inovatif serta memperkuat posisi Himalaya Abadi sebagai toko kaca modern.

“Selain itu, saya akan mulai melakukan pemasaran melalui iklan di internet,” ujarnya. Sebelum dipasarkan, kaca-kaca berkualitas yang dihasilkan merupakan hasil dari luar negeri, baik dari Tiongkok maupun Korea.

”Saat ini, pabrik kita hanya untuk proses pemotongan dan rancangan saja. Ke depannya, saya ingin bangun pabrik untuk produksi kaca sendiri. Ambisi tetap ada. Namun tidak perlu terburu-buru,” kata Hendranata.

Selain itu, Hendranata juga mulai mencari profesional untuk duduk di manajemen Himalaya Abadi. Ia sadar, agar bisnis tetap bisa bertahan, langkah ini diperlukan.

“Saat ini, manajemen puncak masih dipegang keluarga (Hendranata, Wilson, Wijayanata, dan Agtinus). Pelan-pelan, kami juga mencari profesional untuk duduk di manajemen puncak,” ujarnya.

Selain itu, Hendranata juga bilang bahwa untuk saat ini ia masih fokus di kaca, belum memiliki rencana mengembangkan bisnis ke industri lain. “Mungkin ekspansi ke produk pendukung seperti alumunium, stainless steel, atau aksesori seperti engsel pintu,” katanya.