Trik Agar Inovasi Lebih Mudah Diterima Khalayak

Trik Agar Inovasi Lebih Mudah Diterima Khalayak

Meski tak selalu soal hal baru, namun banyak hasil inovasi merupakan hal-hal baru yang kadang membuat orang bertanya-tanya dan mengernyitkan dahi. Misalnya, inovasi alat bayar berupa cip (chip) yang ditanam dalam kulit.

Inovasi tersebut sontak membuat banyak orang kaget. Namun, menurut Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand W Hartono, hal tersebut adalah hal wajar dan selalu terjadi.

Hal serupa juga terjadi ketika BCA memperkenalkan internet banking, BCA mobile dan ATM. "Waktu pertama ada ATM, bahkan internal BCA menyangsikannya. Mereka (karyawan BCA) susah-susah mencari dana dari nasabah lalu ada mesin yang fungsinya mengeluarkan uang secara langsung," katanya berbicara di Social Media Week 2017.

Namun, Armand punya trik jitu agar proses implementasi inovasi baru bisa diterima seluruh pemangku kepentingan.

Terus Mencoba dan Jangan Berhenti

Sebelum diterima, sebuah inovasi akan melalui beberapa tahap. Karena itu, bila klien merasa antipati atau tak langsung mau menerapkan inovasi tersebut di saat awal, jangan putus asa.

"BCA butuh dua tahun untuk memperkenalkan internet banking pada nasabah. Di tahun pertama hanya sedikit nasabah menggunakannya," jelas dia. Karena BCA merasa teknologi ini bisa memaksimalkan layanan pada nasabah, BCA pun jalan terus.

Fokus

Saat menerapkan sebuah inovasi, selalu ada early adopters atau pengadopsi awal. Armand menyarankan untuk fokus pada mereka.

"Internet banking muncul pada 2000. Di awal, banyak orang Jakarta menggunakannya karena jaringan internet yang lebih stabil. Namun, tidak apa, kita coba terus dan fokus di area Jakarta dulu," paparnya.

Fokus mengerjakan satu atau dua hal, kata Armand, akan memberi banyak bantuan. Hal ini juga bisa  menjadi penyemangat. Asal bermanfaat dan memudahkan, inovasi pasti berhasil di masa depan.

Coba Gunakan Sendiri

"Dulu, untuk mendapat informasi tentang kurs, saya sering bertanya pada bagian treasury. Sekarang, saya lebih sering menggunakan VIRA (Virtual Assistant Chat Banking). Lebih cepat," katanya. Penerimaan akan inovasi, kata Armand, dimulai dari proses melihat.

Setelah melihat, baru muncul kepercayaan, kemudian berani mencoba. Karena itu, Armand menyarankan agar semua pemangku kepentingan, termasuk kalangan internal, menjadi pengguna awal.

Perhatikan Infrastruktur dalam Proses Penyebaran ke Konsumen

Agar proses akuisisi pelanggan lebih mudah, perusahaan juga perlu menyiapkan infrastruktur.

"Penambahan pengguna itu gampang. Namun, bagaimana dengan infrastruktur pendukung seperti backend atau sistem operasi? Hal itu lebih susah dan harus terus diperhatikan perkembangannya," pungkasnya.

MORE FROM MY SITE