Uber Ekspansi ke Bisnis Transportasi Udara & Kurir Makanan
A- A+

Meski sempat bermasalah dengan pemerintah lokal, Uber hingga kini masih beroperasi di Indonesia. Di New York, Uber sudah siap melebarkan sayap ke pasar transportasi udara (helikopter) dengan menggandeng Airbus dan melucurkan aplikasi UberEats.

“Proyek ini masih tahap awal. Kita akan lihat ke mana arah bisnis ini nantinya. Kami sangat penasaran,” ujar CEO Airbus Tom Enders pada The Wall Street Journal seperti dikutip dilaporkan Mashable.

Bagi Uber, helikopter merupakan tiket besar memperluas pasar. Selama ini, dengan taksi (mobil), valuasi Uber mencapai US$ 62,5 miliar (Rp 868,7 triliun). Pemesanan helikopter ini bisa dilakukan melalui aplikasi yang sudah ada.

Selain itu, Uber juga menangkap kebutuhan transportasi dengan menawarkan perahu dan rute cerdas yang dilewati bus, serta pengiriman makanan dan paket. Juru bicara Uber mengonfirmasi bahwa peluncuran global transportasi helikopter akan dilakukan pada Sundance Film Festival akhir bulan ini.

Namun, untuk harga dan rinciannya masih rahasia. Pada Mei 2015, Uber pernah mengenalkan UberChopper di Cannes Film Festival, Consumer Electronics Show, dan acara lain.

UberEats

Untuk dapat menikmati layanan itu, konsumen harus menyiapkan US$ 400 (Rp 5,5 juta) untuk satu tujuan. Selain itu, perusahaan yang berkantor di San Francisco, California, ini baru saja meluncurkan UberEats, aplikasi layanan antar makanan.

Saat ini, aplikasi ini baru bisa dinikmati di 10 kota di Amerika Serikat, termasuk New York, Los Angeles, dan Chicago. Meski belum menggandeng semua gerai makanan, Uber yakin bisa memenangkan hati konsumen di industri ini.

Pasalnya, mereka telah mengetes pasar dan memberi beberapa promo menarik khusus jasa layanan antar makanan. Industri jasa tersebut telah mengalami kenaikan cukup signifikan di negeri Paman Sam itu.

Sebelum Uber, ada perusahaan rintisan GrubHub, Seamless, Square, Postmates, dan DoorDash. Perputaran bisnis mereka tercatat mencapai US$ 62,5 miliar (Rp 867,5 triliun).

“Uber akan melawan banyak pesaing lain di jasa pengiriman makanan. Banyaknya pengemudi Uber akan membuat perusahaan ini mampu mengirim barang lebih cepat dan lebih efisien,” kata analis Cowen and Company Kevin Kopelman. (ANR)

https://www.youtube.com/watch?v=FQI8y7U4izw