Yakin Sudah Punya Tim yang Tepat Untuk Merintis Bisnis?

Yakin Sudah Punya Tim yang Tepat Untuk Merintis Bisnis?

Sudah punya ide yang bagus, model bisnis kuat yang mampu mendukung ide tersebut, namun masih ragu apakah tim yang ada saat ini mampu menjalankan bisnis rintisan yang sudah diidamkan dengan baik?

Dalam seminar Infobank How Leadership Accelerates Transformasion In Banking, Presiden Direktur PT Bank Central Asia TbK (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, dalam bekerja, semuanya harus ditangani secara tim. “Tidak bisa monopolistik, semuanya harus ditangani bersama-sama,” katanya.

Dalam upaya lebih mengenal generasi muda (milenial) yang identik dengan sifat hanya ingin membahas inti permasalahan dan senang tantangan ini, Jahja menemukan bahwa generasi yang mendominasi perusahaan rintisan ini juga memiliki kekurangan.

“Milenial punya ciri yang berbeda dibanding generasi lain. Mereka senang membahas inti permasalahan dan mendapat tantangan. Bila tidak ditantang, mereka akan apatis. Kekurangan generasi ini adalah kurang bijak. Tugas kita untuk memberi sisi bijak pada mereka,” paparnya.

Jahja mengungkap, agar perusahaan rintisan bisa berjalan dengan baik, dibutuhkan tiga peran kunci, yakni hacker, hustler, dan designer. “Bisnis rintisan bisa berjalan bila dalam satu tim terdapat tiga peran ini,” katanya.

Hacker sendiri merupakan otak di balik penciptaan teknologi dalam sebuah perusahaan rintisan yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk memberikan sisi bijak pada peran ini, Jahja melakukannya melalui ajang hackathon.

“Kalangan milenial bisa unjuk kemampuan pemrograman mereka. Jadi, hacker bukan lagi soal mencuri data, tapi soal programming,” katanya. Kemudian masih ada peran hustler. Peran ini identik dengan pemimpin tim.

Hustler punya tugas melakukan pemasaran dan membuat model bisnis,” kata Jahja. Sedangkan designer adalah peran yang bertugas membangun identitas merek perusahaan. Peran ini juga bertanggung jawab dalam kesuksesan sebuah strategi pemasaran.

“Melalui API (Application Programming Interface) yang kita kembangkan, gaya baru (tim di balik perusahaan rintisan) itu bisa berkembang lebih cepat. Tim hacker ini bisa terbentuk cepat sekali. Namun, pada titik tertentu, kita tetap harus memberi pelatihan untuk membekali mereka pengetahuan dan dilatih untuk bisa bekerja dalam tim yang solid,” pungkas Jahja.

MORE FROM MY SITE