Youtuber, Profesi Baru yang Menjanjikan

Youtuber, Profesi Baru yang Menjanjikan

Saat ini, sudah banyak artis-artis YouTube alias YouTuber dari Indonesia. Sebut saja Last Day Production (LDP). Sekelompok anak muda ini mampu menghasilkan banyak uang dengan membuat video unik dan lucu kemudian mengunggahnya ke YouTube.

Dalam sebulan, kanal LDP mampu memiliki penghasilan hingga puluhan juta berkat video-video populer yang mereka buat. Menurut Listia Magdalena atau Paopao ini, YouTubers sudah menjadi profesi mereka.

Selain itu, profesi ini juga membuat mereka bisa merambah dunia periklanan. LDP sendiri sudah terdaftar di YouTube sejak Maret 2004. Baru 1,5 tahun terakhir, Paopao bersama Leon Zhe Young atau Guntur bersama kawan-kawannya menekuni profesi ini.

Para personel LDP mengaku 100% menekuni profesi yang awalnya hanya merupakan iseng belaka. Kini, sudah ada lebih dari 300 ribu subscriber kanal LDP di YouTube dengan lebih dari 58 juta penonton.

Rata-rata, LDP mengunggah video dengan durasi lebih dari empat menit. Untuk pengerjaan satu video, LDP butuh 7-10 hari untuk pengambilan gambar yang melibatkan puluhan kru. Kru ini terdiri dari, dua produser, satu manajer, sisanya kameramen, talent, dan editor.

Untuk ide, Paopao bilang, biasanya muncul ketika duduk bersama membicarakan konsep besar, kemudian lanjut syuting. Selain itu, ada kalanya Paopao melakukan riset untuk melihat topik-topik sosial yang sedang ramai.

“Misalnya, topi yang pernah ramai seperti #guemahgituorangnya yang kemudian langsung kita bikin, kemudian ada kamera 360 juga yang sedang kita cari ide konsepnya nanti,” katanya. Guntur menilai, profesi ini akan lebih menjanjikan nantinya di Indonesia.

Keyakinan ini muncul berdasarkan ekosistem dan infrastruktur koneksi internet yang semakin baik. Selain itu, di Indonesia sendiri jumlah pengguna YouTube terus mengalami peningkatan. Kunci sukses menjadi YouTuber menurut LDP adalah, karakter yang kuat.

“Tak perlu latar pendidikan (tinggi) atau keterampilan khusus, suksesnya YouTuber tergantung karakter masing-masing orang. Hal yang penting adalah, penonton 'kena' dengan karakternya,” pungkas Paopao.

MORE FROM MY SITE