Bantu Ekonomi Tumbuh dengan Belanja
A- A+

Buat kamu yang punya hobi berbelanja, ternyata ada dampak positif yang mungkin tidak kamu ketahui. Belanja bisa membantu pertumbuhan ekonomi. Jadi, negara sebenarnya harus berterima kasih padamu.

Lalu, bagaimana bisa belanja membantu perekonomian negara?  Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2016 sebesar 5,02%.

Pertumbuhan ekonomi di beberapa negara dibentuk oleh beberapa faktor, seperti seberapa besar angka investasi yang masuk, ekspor dan impor dan juga konsumsi rumah tangga.

Tahun lalu, kontribusi konsumsi rumah tangga pada pertumbuhan ekonomi mencapai 56,5% alias yang paling besar. Kamu perlu tahu, selama beberata tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi di seluruh negara sedang melambat.

Namun, di banyak forum internasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu dipuji. Pelambatan ekonomi di negara kita tidak terlalu jatuh. Di Indonesia, pelambatan ekonomi ditandai jatuhnya harga komoditas seperti minyak bumi dan batu bara.

Padahal, dua komoditas tersebut selama beberapa tahun terakhir menjadi andalan ekspor Indonesia. Sejak itu, ekspor dan impor tidak lagi memberi sumbangan besar pada pertumbuhan ekonomi indonesia.

Kadang, investasi investor baik dalam maupun luar negeri, berdampak positif ke perekonomian indonesia. Namun, bila kamu mencermati data BPS, kamu akan tahu bahwa di tiap kuartal atau tahun, kontribusi belanja rumah tangga sebagai pembentuk pertumbuhan ekonomi itu selalu besar.

Bagaimana? Salah satunya adalah karena besarnya jumlah penduduk Indonesia, banyaknya kelas menengah dan tentu saja, hobi mereka untuk berbelanja. Pemerintah juga akhirnya memperbesar besar pendapatan tidak kena pajak dengan harapan agar terus bisa merangsang konsumsi.

Kalau dibanding Jepang, belanja rumah tangga mereka begitu mini. Pemerintah di negara matahari terbit itu sampai harus membuat stimulus khusus untuk merangsang konsumsi rumah tangga mereka. Iya, masyarakat Jepang memang terkenal gemar sekali menabung.