Ekonomi Nasional Tumbuh Lebih Baik di 2016
A- A+

Meski pemulihan ekonomi dunia masih sangat terbatas dan penurunan harga komoditas dunia masih membayangi, ekonomi nasional masih berpeluang tumbuh lebih baik di 2016.

Proyeksi ini berdasarkan asumsinya bahwa tahun ini tak terjadi gejolak sosial politik yang mampu mengganggu stabilitas ekonomi makro. Selain itu, kondisi perekonomian global secara keseluruhan juga diasumsikan tidak memburuk pada 2016.

Maka, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa diproyeksikan berada di kisaran 5,1%-5,4%. Di tahun ini, meningkatnya permintaan domestik dan membaiknya ekspor akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Permintaan domestik bisa meningkat berkat stimulus fiskal, terutama untuk pembangunan proyek infrastruktur yang sekaligus meningkatkan konsumsi pemerintah dan masyarakat.

Seiring implementasi paket kebijakan pemerintah yang mendorong investasi dan stabilitas makro ekonomi yang membaik, investasi pun diharapkan ikut meningkat.

Dalam BCA-FEBUI Yearly Highlight ini juga, disebutkan bahwa di tengah dinamika ekonomi global, upaya pemerintah meningkatkan daya beli masyarakat dan efektivitas stimulus fiskal akan berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

Namun, pemerintah harus tetap waspada atas kemungkinan meningkatnya kembali gejolak ekonomi global akibat masih tingginya ketidakpastian ekonomi dunia yang dipengaruhi tren penurunan harga komoditas dunia dan berbagai kebijakan ekonomi internasional.

Sejumlah risiko lain yang juga harus diwaspadai adalah, perlambatan ekonomi Tiongkok dan kondisi pasar keuangan global pasca kenaikan Fed Fund Rate (FFR) yang diperkirakan berlanjut di tahun ini.