Mengenal Investasi di Perusahaan Teknologi Finansial
A- A+

Perusahaan keuangan berbasis teknologi (fintek) memang sedang berkembang di Indonesia. Perusahaan ini biasanya menawarkan jasa peer to peer landing (P2P) yang akan membantu menghubungkanmu (sebagai peminjam) dengan pemilik modal.

P2P punya cara kerja mirip perbankan, mesti tak sepenuhnya persis. Fintek juga  menyediakan layanan untuk investasi. Menurut CEO dan Co-Founder Investree Radhika Jaya Adrian Gunadi seperti dilansir Kontan, untuk menjadi investor semua proses bisa kamu lakukan secara daring (online).

Vice President PT Amartha Mikro Fintek Aria Widyanto menambahkan, perusahaannya berani menawarkan imbal hasil  investasi mencapai 15% per tahun. Meski demikian, kata Aria, imbal hasil itu tergantung tenor pinjaman dan risiko peminjam.

Bila ingin melakukan investasi, beda perusahaan beda aturan main terkait minimal penempatan. Di Mekar.id, misalnya, minimal penempatan biaya dari Rp1 juta sampai Rp50 juta. Sedangkan di Amartha, setoran pertama investor adalah Rp3 juta.

Dana minimum yang bisa kamu investasikan adalah Rp1,5 juta. Di Investree, minimal pendanaan untuk pembiayaan karyawan adalah Rp1 juta. Sedangkan jangka waktu (tenor) investasinya, umumnya dari satu bulan hingga maksimal satu tahun.

Terkait pajak, investasi di P2P terkena potongan pajak PPh 23 sebesar 15% (tidak final). Satu hal yang juga perlu kamu tahu, investasi di fintek mengandung risiko, yakni uangmu tidak dijamin oleh lembaga penjamin apapun.

Meski demikian, penyelenggara P2P melakukan seleksi ketat terhadap portofolio peminjam melalui credit scoring. Demi mencegah terjadinya gagal bayar, Mekar.id memilih menggandeng mitra pemberi pinjaman.

Sedangkan Investree mengutamakan kepastian sumber pembayaran dari setiap pinjaman. Contoh, mekanisme potong gaji untuk pinjaman karyawan. Menarik bukan?