Pentingnya Peran Humas Bagi Startup Dalam Beroperasi
A- A+

Tak dipungkiri bahwa kemajuan teknologi membuat pertumbuhan perusahaan rintisan kian subur di Indonesia. Para pendiri perusahaan ini biasanya berasal dari kaum muda. Tak sedikit yang masih mengabaikan peran hubungan masyarakat (humas) karena ingin fokus pada pemasaran.

Menurut Pendiri dan CEO Kennedy, Voice & Berliner Dian Noeh Abubakar, humas bukan hanya dibutuhkan saat krisis, juga sudah memiliki andil sejak  awal membangun reputasi dan dasar perusahaan rintisan itu sendiri.

Secara lebih luas, humas sangat dibutuhkan untuk berkomunikasi dengan pihak ketiga, misalnya menarik investor. Di Indonesia tantangan yang kerap dihadapi tim humas adalah sumber daya manusia.

Sebab, memiliki pemikiran seperti seorang humas tidaklah mudah, kata Dian. Dalam upaya mendukung perusahaan rintisan, Dian bersama tim meluncurkan voiceofstartups.org yang merupakan online platform guna berbagi ilmu seputar humas.

Wadah diskusi ini bukan hanya membahas persoalan humas, juga tentang economic partnership dalam menyambut MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Economic partnership perlu dipandang sebagai peluang mengembangkan potensi usaha secara global.

Demikian, peran humas akan mampu membangun nilai diferensiasi saat dihadapkan dengan perusahaan rintisan lain yang serupa. Melalui wadah yang sama, perusahaan rintisan yang ada bisa saling menginspirasi.