Saham Sektor Perbankan Sering Jadi Acuan, Ini Alasannya
A- A+

Punya ketertarikan untuk investasi di saham? Warren Buffett pernah bertuah, "Jangan pernah menaruh investasi di tempat yang kamu tidak tahu". Karena itu, bila kamu akan menempatkan investasi di saham, kamu harus paham seluk beluk pasar saham.

Bila sering membaca laporan tentang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kamu akan melihat saham di sektor perbankan selalu menjadi acuan. Bila saham di sektor perbankan turun, IHSG sering kali akan turun.

Begitu pula sebaliknya. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan. Mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (IDX), selama Mei 2017, volume perdagangan di Mei mencapai 240.022 saham dengan 6.548 transaksi. Dari jumlah transaksi tersebut , nilai perdagangan saham mencapai Rp164,35 triliun.

Dari jumlah transaksi saham selama satu bulan tersebut, pangsa pasar (market share) saham sektor perbankan adalah yang terbesar. Pangsa pasar saham perbankan mencapai 26,8%.

Sektor saham terbesar kedua adalah consumer goods sebesar 22,3%. Sektor saham terbesar ketiga adalah infrastruktur dan transportasi sebesar 12,4%. Selama Mei, saham perbankan dan keuangan paling sering diperdagangkan.

Sektor perbankan menempati urutan pertama dengan porsi 27,2%. Sektor properti, real estate dan konstruksi menjadi yang kedua dengan posisi 14,6%. Di bawahnya, ada sektor saham perdagangan, services dan investasi sebesar 13,1%.

Tak hanya itu, bila melihat data BEI ini, saham perbankan juga memiliki kapitalisasi pasar paling besar. Saham perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menempati peringkat ketiga.

Dibanding total kapitalisasi pasar bursa, kapitalisasi pasar BCA mencapai 6,70%. Kapitalisasi pasar saham perbankan kedua adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Saham-saham ini masuk ke dalam 10 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar selama Mei 2017. Mengutip Bisnis Indonesia, saham Bank Danamon Tbk (BDMN) mencetak keuntungan terbesar selama semester pertama 2017.

Perbandingan yang digunakan dalam pengukuran ini adalah pergerakan saham di Indeks Bisnis-27. Selama semester satu, saham Bank Danamon mencetak imbal hasil mencapai 44,37%.

Sedangkan dua saham berikutnya yaitu Bank BRI dan Bank BNI masing-masing mencetak imbal hasil 33,08% dan 32,39% pada periode yang sama.