Tingkatkan Penyerapan Industri Migas Lokal Demi Ekonomi Nasional

Tingkatkan Penyerapan Industri Migas Lokal Demi Ekonomi Nasional

Pemerintah berharap terjadi efek domino dengan komitmen yang dibuatnya. Komitmen ini guna meningkatkan penyerapan industri lokal dalam industri hulu migas.

Melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), pemerintah akan memastikan bahwa para kontraktor migas menggunakan produk buatan dalam negeri untuk operasionalnya.

Sebab, pada tahun lalu, tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) terus mengalami penurunan menjadi 54% dari 63% pada tahun 2010.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said juga menyatakan bahwa SKK Migas perlu mengatur industri penunjang di bawah kontraktor kontrak kerjasama migas (KKKS).

“SKK Migas yang baru perlu menjangkau industri penunjang. Hal ini harus ada yang mengatur,” ujarnya. Kebijakan ini akan dituangkan dalam revisi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas. UU ini sendiri saat ini sedang dalam tahap pengkajian.

Efek domino yang diharapkan dari peningkatan TKDN ini adalah bisa menyerap sektor industri sehingga multiplier effect bagi ekonomi nasional terus meningkat.

Misalnya pada 2014, dari total belanja industri hulu migas sebesar Rp 209 triliun, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar Rp 86 triliun dan menciptakan lapangan kerja baru bagi 899.400 orang.

Sejak 2009, untuk meningkatkan peran bank domestik di industri migas, pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai transaksi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan perbankan nasional, khususnya bank BUMN/BUMD.

Dalam periode April 2009 – Desember 2014, total transaksi pengadaan mencapai US$44,91 miliar (Rp580 triliun).

MORE FROM MY SITE