Alami Kegagalan Saat Merintis Bisnis? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
A- A+

Dalam pidatonya di wisuda kelulusan Harvard, Marc Zuckerberg menyebut bahwa generasi milenial banyak diisi oleh pengusaha. Mendirikan sebuah perusahaan memang tidak mudah, setidaknya butuh lima tahun untuk stabil.

Sebagai generasi penuh semangat dan aktif, banyak milenial tertarik mendirikan bisnis sendiri. Hasil riset menyebutkan, 24% perusahaan rintisan baru, gagal beroperasi karena tak pandai mengelola keuangan. Agar tidak gagal, trik dari Enterpreneur ini akan membantu.

Mengatur Arus Keuangan (Cashflow) dengan Baik

Association of Chartered Certified Accountans mencatat, 82% kegagalan bisnis adalah karena pemiliknya tidak pandai mengatur arus kas. Milenial pun demikian. Padahal, mengatur keuangan yang baik tidaklah sulit.

Bahkan, kamu menyederhanakannya menggunakan Microsoft Excel. Jadi, mulailah mencatat pengeluaran dan pemasukan hingga margin bisnis ke dalam Excel.

Terlalu Mudah Mendapat Pendanaan

Mendapat pendanaan dari investor atau modal ventura dengan mudah bisa membuatmu tidak fokus pada tujuan dan strategi bisnis. Padahal, kamu perlu fokus dengan tujuanmu mendirikan perusahaan rintisan itu.

Mencoba Mengontrol Semuanya

Pemimpin memang harus pandai mengontrol semua hal. Namun, bukan berarti semua hal harus kamu ketahui dan atur. Kamu bisa terlibat perencanaan namun tak dalam teknis penyelenggaraan bisnis. Dalam keuangan, lebih baik kamu mempercayakannya pada ahli keuangan atau ahli di bidangnya.

Mengangkat Orang yang Salah

Memiliki rekan kerja yang baik dan profesional adalah mimpi semua orang. Saat membuka usaha rintisan, kamu bisa salah. Untuk meminimalisir hal ini, sewa jasa konsultan rekrutmen dan pelatihan.

Investasi di Tempat Salah

Kaum milenial identik dengan idealis dan berani mencoba. Karena itu, mereka sering tidak berhati-hati dalam memilih. Mereka tidak takut mencoba semua produk atau jasa baru yang ternyata salah. Hati-hatilah melakukan tiap hal yang berdampak pada usahamu.