Banyak Orang Tua Gagal Siapkan Dana Pendidikan Anak Karena Ini
A- A+

Pendidikan adalah salah satu hal penting dalam kehidupan. Berkat pendidikan, seseorang bisa memiliki cara pandang dan mampu menyelesaikan masalah dengan lebih baik serta mendapat status sosial.

Bila kamu saat ini kamu sudah orang tua, atau berencana memiliki buah hati, kamu wajib menyiapkan dana pendidikan anak. Apalagi, biaya pendidikan di Indonesia tidaklah murah. Tiap tahun, inflasi pendidikan mencapai 10%-20%.

Sayangnya, meski sudah menabung, tak sedikit orangtua gagal merencanakan dana pendidikan anak. Lalu, apa penyebab kegagalan ini? Dilansir Bisnis Indonesia, Perencana Keuangan Irshad Wicaksono Ma'ruf mencatat, ada beberapa penyebabnya.

Tak Melakukan Perencanaan
Inflasi pendidikan di Indonesia mencapai 10%-15% per tahun. Jadi, bila saat ini kamu punya uang Rp1 juta, inflasi 15% akan membuat nilainya menjadi empat kali lipat dalam 10 tahun ke depan.

Bila inflasi mencapai 20% per tahun, maka Rp1 juta dalam 18 tahun nilainya bisa mencapai 27 kali lipat. Jadi, bisa dibayangkan berapa uang yang harus kamu siapkan untuk dana pendidikan anakmu kelak?

Terlambat Merencanakan
Saat ini, mungkin kamu memiliki banyak kebutuhan seperti cicilan rumah atau mobil. Karena anak masih kecil, kamu menganggap kebutuhan dana kuliah anak masih lama.  Hal ini yang membuatmu selalu menunda perencanaan pendidikan mereka.

Padahal, lebih cepat memulai selalu lebih baik.

Mengabaikan Inflasi
Mempertimbangkan besar inflasi akan sangat penting dalam merencanakan pendidikan anak. Bila kamu berniat menyekolahkan anak ke luar negeri, kamu perlu mempertimbangkan nilai tukar dan biaya hidup di negara tujuan.

Salah Menentukan Waktu
Bila saat ini anak baru lahir, kamu perlu menentukan beberapa tahapan waktu. Kamu perlu mempertimbangkan biaya masuk playgroup dan taman kanak-kanak (tiga tahun). Jenis investasi untuk keperluan ini adalah jangka menengah.

Untuk masuk sekolah dasar, kamu bisa melakukan investasi di jangka menengah. Sedangkan untuk keperluan SMA atau kuliah, kamu bisa memilih alat investasi untuk jangka panjang.

Kamu perlu mengatur jangka waktu ini agar merepotkan. Jadi, kamu bisa memilih alat investasi yang tepat sesuai tujuan keuangan.

Menabung atau Investasi Terlalu Sedikit
Saat menentukan tabungan pendidikan, kamu harus realistis. Bila kamu harus menabung Rp1 juta, jangan menabung atau investasi Rp250 ribu dan berharap memperoleh hasil yang sepadan ketika waktunya tiba.

Investasi Tanpa Rencana
Saat ini, sudah ada beberapa produk keuangan yang dirancang untuk menyiapkan dana pendidikan anak. Kamu bisa memilih tabungan pendidikan berjangka, deposito, asuransi pendidikan, reksa dana atau lainnya.

Dalam memilih produk tersebut, jangan hanya fokus pada produknya saja, juga strateginya.