Berencana Beli Rumah? Cek Status dan Legalitasnya

Berencana Beli Rumah? Cek Status dan Legalitasnya
Berencana Beli Rumah? Cek Status dan Legalitasnya

Memiliki rumah adalah impian hampir tiap orang. Rumah adalah aset yang punya fungsi ganda, sebagai tempat tinggal dan investasi. Kenaikan harga rumah pun tiap tahun membuat orang berlomba-lomba memiliki rumah sedini mungkin.

Keinginan ini seringkali membuat orang terburu-buru. "Asal punya rumah dulu," begitu pendapat banyak orang. Bila harga dan lokasi rumah menarik, kamu bisa langsung membeli tanpa melihat kelengkapan dan status rumah.

Padahal, memeriksa kelengkapan produk properti adalah hal penting. Selain harga dan lokasi, kamu perlu memastikan semua surat perlengkapan asli (bukan fotokopi) dalam membeli rumah.

Beberapa surat yang harus kamu cek kondisinya antara lain Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi Bangunan (SPPT PBB), sertifikat tanah, bukti pembayaran pajak dan lainnya.

Bagaimana kalau rumah yang ingin kamu beli statusnya masih jaminan utang?

Bila demikian, seperti dilansir Kontan, sebenarnya rumah tidak boleh diperjualbelikan oleh pemiliknya. Maksimal, rumah itu hanya bisa dikontrakkan dengan perjanjian tertulis yang isinya jelas.

Bila tetap ingin membelinya, kamu harus ekstra teliti dan bijak. Jangan terburu-buru dan tergiur harga yang cenderung murah. Sebab, selama masih menjadi jaminan utang, kamu tidak akan memperoleh sertifikat rumah.

Bila ingin terus melanjutkan proses pembelian, kamu harus memastikan poin-poin perjanjian yang jelas dalam surat perjanjian. Bagaimanapun juga, sebagai pembeli, suatu saat kamu harus memperoleh sertifikat asli rumah.

Bagi penjual rumah sekalipun, dia harus berpikir cara mendapatkan sertifikat rumah yang masih menjadi jaminan utang.

MORE FROM MY SITE