Biaya Wajib Ketika Membeli Rumah
A- A+

Ada rencana ambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam waktu dekat? Sebelumnya, ada baiknya kamu mengetahui biaya-biaya yang perlu kamu bayar ketika membeli rumah. Jadi, bisa melakukan persiapan dengan matang, dalam hal dana tentunya.

Berikut dana yang perlu kamu siapkan seperti dilansir Femina.

Uang Tanda Jadi
Umumnya, jumlah uang tanda jadi akan ditentukan pengembang. Kamu akan mendapat formulir pemesanan unit dengan jadwal pembayaran tanda jadi dan pelunasan uang muka. Khusus jadwal pembayaran, ini sesuai kesepakatan kedua pihak.

Uang Muka
Sesuai aturan Bank Indonesia, besar uang muka untuk rumah pertama adalah 15% dari total harga jual rumah. Untuk rumah kedua adalah 20%, dan 25% untuk rumah ketiga. Pembayaran uang muka bisa kamu angsur dalam jangka waktu tertentu.

Bila kamu mau melakukan pembayaran melalui KPR, pembayaran uang muka sebaiknya dilakukan setelah akad kredit disetujui bank. Kemudian, kamu akan menandatangani Surat Perjanjian Jual beli (SPJB) di depan notaris dengan pengembang.

SPJB inilah yang menyatakan kamu akan melunasi uang muka setelah bank menyetujui akad kredit tersebut.

Notaris dan Broker
Biaya notaris ini untuk mengikat kredit secara hukum. Sedangkan biaya broker, untuk biaya atas jasa broker properti profesional yang sudah membantu mengurus kebutuhan jual-beli rumah.

Biaya Angsuran
Ini adalah cicilan tetap bulanan untuk melunasi KPR. Pastikan total angsuran bulanan tidak boleh lebih dari sepertiga gaji. Bila gaji saat ini sebesar Rp5juta, maka cicilan yang ideal sekitar Rp 1,7 juta per bulan.

Demikian, kamu bisa leluasa memenuhi kebutuhan hidup yang lain dan kebutuhan menabung maupun asuransi.