Bila Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo, Tanggung Risiko Ini

Bila Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo, Tanggung Risiko Ini

Deposito adalah salah satu produk perbankan yang cukup menguntungkan. Selain itu, deposito juga aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan mampu memberi suku bunga lebih tinggi dibanding tabungan biasa.

Ketahui pula, bahwa tabungan di deposito maksimal sampai Rp2 miliar. Meski risikonya rendah, menabung di deposito bukan berarti bebas risiko. Salah satu risiko yang tampak adalah ketika kamu mencairkan atau memindahkan deposito ke bank lain sebelum jatuh tempo.

Untuk itu, simak risikonya seperti dilansir Liputan 6.

Denda

Dalam aturannya, mencairkan deposito sebelum jatuh tempo akan dikenakan denda. Denda ini merupakan cara bank menghindari risiko jika nasabah tak sabar mencairkan dana. Denda ini biasanya berbentuk biaya administrasi dengan memotong nilai pokok serta pendapatan bunga deposito.

Meski berbeda-beda, biasanya nilai denda sudah ditentukan bank sekitar 0,5%-3% dari total tabungan.

Bunga Tidak Dibayarkan

Risiko lainnya adalah bunga deposito tidak dibayarkan bank. Peraturan seperti ini sah dan bisa dilakukan pihak bank. Biasanya pihak bank sudah menjelaskan perihal ini di awal ketika kamu melakukan pembukaan rekening deposito.

Nilai Bunga Menjadi Lebih Rendah

Kemudian, nilai bunga yang kamu dapat bisa jadi lebih rendah. Demikian, keuntungan yang kamu dapat akan jauh lebih rendah dibanding kesepakatan awal. Karena itu, kamu perlu mempertimbangkan kembali sebelum menarik dana deposito.

Agar lebih jelas, simak ilustrasi berikut:

Nilai pokok deposito: Rp50 juta yang akan jatuh tempo 1 tahun.

Denda: 1%

Bunga deposito: 5% per tahun

Namun, sesuatu hal terjadi dan kamu perlu menarik dana milikmu dalam enam bulan sebelum jatuh tempo. Perhitungan bunga depositonya sebagai berikut:

Bunga: Rp50 juta x 5% x 180 hari (6 bulan) / 365 hari = Rp1,23 juta

Total bunga diterima: Rp50 juta–Rp500 ribu (denda) + Rp1,23 juta = Rp 50,73 juta

MORE FROM MY SITE