Bingung Beli Rumah atau Apartemen? Ini Pertimbangannya
A- A+

Tinggal di ibu kota memang membuat seseorang harus berpikir lebih keras ketika mencari properti. Umumnya, pilihannya antara rumah tapak atau apartemen. Apartemen sendiri kian banyak dan terjangkau, khususnya di daerah penyangga Jakarta seperti Ciputat, Serpong, atau Cikarang.

Lalu, mana yang sebenarnya lebih menguntungkan diantara keduanya, rumah atau apartemen? Berikut beberapa pertimbangannya seperti dilansir liputan6.com.

Sisi Kepemilikan

Jika berniat membeli apartemen, hak milikmu adalah unit apartemen saja, bukan hak tanah. Berbeda dengan rumah, membeli rumah berarti memiliki rumah dan tanahnya. Karena itu, sebelum membeli, perhatikan surat kepemilikan rumah.

Hunian dan Sewa

Baik rumah maupun apartemen, keduanya bisa menjadi hunian maupun kamu sewakan bila tidak kamu tinggali. Di area Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan misalnya, rumah ukuran 120 meter persegi disewakan di kisaran Rp80 juta-Rp 125 juta per tahun.

Sedangkan di Jakarta Utara ukuran 150 meter persegi bisa mencapai Rp90 juta-Rp130 juta per tahun. Sementara itu, rumah seluas 100 meter persegi di Jakarta Barat, harga sewanya bisa sekitar Rp30 juta-Rp50 juta tiap tahun.

Dibanding rumah, harga sewa apartemen tentu lebih tinggi. Khususnya, untuk para eksekutif yang banyak beraktivitas di pusat kota. Sewa apartemen dua kamar tidur di Thamrin Residence atau Sudirman Park bisa mencapai Rp10 juta per bulan.

Apartemen di pinggir Jakarta seperti Kebagusan City dan Kalibata pun tak kalah mahal. Sebagai gambaran, harga sewanya bisa mencapai Rp2,5 juta per bulan untuk studio unfurnished. Sedangkan apartemen dua kamar tidur semi-furnished sekitar Rp5 juta per bulan.

Di Jakarta Barat seperti Apartemen Seasons City, harga sewanya bisa mencapai Rp2 juta per bulan untuk ukuran studio.

Perawatan Mandiri atau Pengembang

Jika berencana investasi pada rumah tapak, bersiaplah mempekerjakan tukang atau melakukan perawatan rumah sendiri. Sebab, kamu harus mengecek instalasi listrik, kebersihan halaman, PAM, saluran air, dan lainnya secara berkala.

Bila investasi apartemen, kamu bisa lebih santai. Pengembang akan mengurus segala perawatan dan kamu cukup membayar ongkos perawatan. Bila ada kerusakan, kamu cukup menghubungi pengembang.

Ongkos perawatan apartemen pun cukup variatif, di Kalibata kamu harus membayar antara Rp200-300 ribu per bulan. Saat pertama masuk apartemen, kamu juga biasanya harus melakukan dekorasi ulang, setidaknya mengecat.

Keuntungan investasi apartemen adalah kamu bisa mendapat berbagai fasilitas seperti kolam renang, taman bermain anak dan tempat olahraga. Jika memilih rumah tapak, kadang fasilitasnya terbatas.

Jika tertarik investasi apartemen, kamu bisa membelinya saat tahap pembangunan yang memakan sekitar setahun. Setelah siap huni, kamu bisa langsung menyewakannya. Dari uang sewa inilah, kamu bisa membayar cicilan.

Jika ingin investasi rumah, kamu bisa membelinya di kampung halaman sebagai bagian investasi di hari tua. Keuntungan membeli rumah di kampung adalah, harganya lebih murah dibanding di kota besar.

Bagaimana, sudah tahu akan membeli apa?