Cara Memilih Asuransi untuk Lindungi Aset (1)

Cara Memilih Asuransi untuk Lindungi Aset (1)

Tak ada yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi pada diri sendiri maupun aset pribadi dalam setahun ke depan. Dalam hal ini, asuransi punya fungsi yang penting karena menawarkan perlindungan dari kemungkinan kerugian yang mengintai.

Ambil contoh musim yang diperkirakan akan mencapai puncak curah hujan selama Januari hingga Februari ini. Tingginya curah hujan berpeluang menimbulkan banjir di banyak daerah di Indonesia. ‘Tamu’ tak diundangn ini tentu bisa merusak aset.

Namun, risiko yang bisa muncul di tahun ini bukan hanya banjir. Aksi kejahatan yang mengintai properti maupun kendaraan juga patut diwaspadai. Di akhir 2016, terjadi perampokan besar hingga menewaskan pemilik rumah.

Pemilihan kepala daerah di Jakarta yang akan berlangsung sebentar lagi juga berpotensi menyulut kerusuhan. Situasi mulai memanas di juga terjadi beberapa daerah yang juga akan menggelar pemilihan gubernur.

Ada pula kejadian kebarakan beberapa waktu lalu di kawasan Pasar Senen. Tentu, bila tak ada persiapan matang, seseorang akan sulit untuk kembali pulih seperti sedia kala. Jadi, tak heran bila permintaan perluasan asuransi kerugian dengan perlindungan terhadap risiko kerusuhan, huru hara, terorisme, dan sabotase meningkat.

Technical Deputy Director Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia Subagyo mengungkap, saat banyak muncul permintaan perluasan untuk huru-hara dan terorisme jelang pilkada kemudian banjir.

“Asuransi property all risk (PAR) dan industrial all risk (IAR) belum tentu mencakup perlindungan terhadap risiko terorisme,” ungkapnya.

Begitu pula asuransi semua risiko untuk mobil yang belum tentu menanggung jaminan atas risiko banjir, huru-hara, dan terorisme. Sebagai informasi, asuransi total lost only (TLO) hanya menjamin kerusakan dengan nilai kerugian minimal 75% dari harga kendaraan.

Untuk itu, perlu perluasan jaminan atas kendaraan  bermotor (PJAKB). Tentu, premi asuransi komprehensif yang menjamin hampir semua risiko dibanding TLO akan lebih mahal. Premi asuransi komprehensif plus pun lebih mahal dibanding yang standar.

Subagyo mencontohkan, tarif premi Asuransi Comprehensive Standar ACA mulai 1,05% hingga 3,44% dari harga mobil. Besarannya tergantung harga mobil. Kemudian, tarif premi Asuransi Comprehensive Plus Otomate ACA mulai 1,25% sampai 4,11%.

Makin mahal mobil, makin kecil besar premi yang dibayar. “Asuransi jenis TLO lebih murah karena cakupannya hanya saat terjadi kehilangan atau kerusakan besar. Sementara komprehensif lebih mahal karena jaminannya hingga kerusakan kecil,” ujar Direktur Asuransi Central Asia (ACA) Debie Wijaya.

Berlanjut ke bagian kedua.

MORE FROM MY SITE