Deflasi Ternyata Menguntungkan Bagi Beberapa Kalangan
A- A+

Salah satu indikator bahwa perekonomian suatu negara sedang tumbuh adalah dari inflasi, bukan deflasi. Meski demikian, bukan berarti deflasi selalu dianggap tak menguntungkan.

Justru deflasi bisa memberi dampak positif bagi kalangan tertentu, misalnya petani. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, upah buruh pertanian dan upah buruh perkotaan meningkat dari sisi nominal dan riil dibanding bulan sebelumnya.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, rata-rata upah nominal buruh tani di April 2016 naik 0,36% menjadi Rp 47.731. Upah riil buruh tani atau yang disebut daya beli petani juga mengalami kenaikan 0,87% menjadi Rp 37.559.

“Di April kita mengalami deflasi di daerah pedesaan sebesar 0,5%, dampaknya nilai riil upah buruh tani atau daya beli buruh tani naik 0,87% di April,” kata Sasmito. Sementara upah di perkotaan, rata-rata upah buruh bangunan di bulan lalu meningkat 0,09% menjadi Rp 81.554.

Upah riil buruh bangunan juga mengalami peningkatan 0,54% menjadi Rp 66.202. Hal sama juga terjadi pada rata-rata upah buruh potong rambut wanita per kepala yang meningkat 0,7% menjadi Rp 24.369.

Sementara itu, upah riil buruh potong rambut wanita per kepala meningkat 1,16% menjadi Rp 19.782. Untuk rata-rata upah pembantu rumah tangga per bulan meningkat 0,24% menjadi Rp 361.029.

Sementara upah riil pembantu rumah tangga per bulan meningkat 0,7% menjadi sebesar Rp 293.067.