Di Islam, Hidup Boros Adalah Larangan
A- A+

Idulfitri sudah di depan mata. Sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR)? Bagi sebagian orang, THR merupakan kesempatan untuk membelanjakan uang dalam jumlah besar, entah untuk barang kebutuhan atau bukan.

Namun, ada baiknya kamu tidak mengikuti hawa nafsu berbelanja tersebut. Sebagai umat Islam, agama mengajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu, termasuk nafsu belanja menjelang Lebaran.

"Ramadan mengajarkan untuk menahan diri. Maknanya menjadi hilang saat kita berlebihan menuruti nafsu belanja," kata Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Majelis Ulama Indonesia Faisal Badrun dilansir Republika.

Islam dan puasa sebenarnya memberi pelajaran untuk lebih mudah disiplin mengatur pengeluaran agar tidak boros. Berikut beberapa nukilan ayat Al-Quran, hadis atau pendapat ulama yang melarang hidup boros.

Alquran Surah Al Isra ayat 27
"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."

Alquran Surah Al-Furqan ayat 67
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian."

Periwayat Hadis Imam Syafi’i di dalam Kitab al-Umm menyebut:
“Aku lebih menyukai seseorang memakai pakaian terbaik yang dimilikinya pada hari-hari raya, yaitu pada hari Jumat, dua hari raya (Idul Adha dan Idulfitri) dan tempat diadakan majelis. Dia hendaklah memakai baju yang bersih dan memakai wangi-wangian (kecuali wanita)."

Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas pernah mengatakan:
“Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.”

Nah, masih ingin menimbun barang-barang yang tidak kamu butuhkan? Bila THR masih tersisa, lebih baik kamu tabung atau gunakan untuk investasi.